Pemko Tebing Tinggi Buka Puasa dengan Wartawan

Jadi Jembatan Umat dengan Umaroh
TEBING TINGGI- Wali Kota Tebing Tinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan MM berbuka puasa bersama puluhan wartawan yang bertugas di Pemerintah Kota Tebing Tinggi di Gedung Hj Syawiyah Nasution, Jalan Sutomo, Kota Tebing Tinggi, Rabu (24/8) malam.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Irham Taufik dan penceramah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi, Drs Ahmad Dalil Harahap. Sebelum datangnya waktu berbuka, Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bahwa tugas dan fungsi wartawan yang bertugas di Pemko Tebing Tinggi membantu rangkain informasi, opini dan menyebarkan informasi ditengah-tengah masyarakat.

Dikatakannya, bahwa sebagai wartawan (jurnalistik) harus mampu menjungjung tinggi kode etik jurnalis dan harus bertindak secara prefosional. “Wartawan harus bekerja secara keilmuan dan keahlian yang dimilikinya dan yang disampaikan harusnya dibarengi dengan barang bukti yang kuat dan akurat, jangan berita itu bersifat fitnah, karena tulisan itu lebih tajam dari pada pedang,” papar Umar Zunaidi dihadapan puluhan wartawan.

Sambungnya, didalam bekerja, wartawan harus memiliki kode etik dan etika dan dalam bekerja mengutamakan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat dari pada kepentingan golongan atau pribadi. “ Informasi yang diberikan hendaknya bukan saja untuk membangun, tetapi jika ada yang salah dilakukan Pemerintah, wartawan berhak mengkretisinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tebing Tinggi sempat memuji Surat Kabar dengan Oplah terbanyak didunia yaitu Jawa Pos yang keluar sebagai peringkat pertama di dunia melampaui surat kabar di Jepang, Amerika dan Negara eropa lainnya. “Kita patut berbangga kepada Jawa Pos surat kabar yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia, keberhasilan itu dikarenakan  Jawa Pos dipimpin oleh orang-orang muda yang mau maju dan bekerja keras,” kata Umar Zunaidi Hasibuan.

Sementara Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, Drs Ahmad Dalili Harahap sebagai penceramah dalam tausiahnya menyampaikan bahwa wartawan itu harus menyampaikan berita itu kalau itu memang benar dan jangan sampaikan berita itu kalau tidak benar. “Wartawan juga bisa dikatakan sebagai penjembatan antara umat dan umaroh,” cetus Ahmad Dalil.

Disinggung juga mengenai masih adanya warga yang memamaki petasan (mercon) sementara pihak petugas sudah melarang itu. Untuk rumah-rumah makan yang masih buka di siang hari, hendaknya jangan berjualan dan dibolehkan berjualan menjelang waktu berbuka puasa atapun menutup dagangannya. “Untuk warung internet hendaklah dibuka malam hari,” harap Ketua MUI, Ahmad Dalil Harahap.(mag-3)

Berita terkait:

FEATURE