Sex Education, Penting Nggak Sih??

Well sobeX di hari yang cerah ini, tema tentang pendidikan seks nampaknya bagus juga yah… Hemmmm, saat ini banyak sekali kasus mengenai pelecehan seksual baik itu pemerkosaan, pencabulan juga pelecakan seksual lainnya, bahkan tidak jarang banyak teman-teman sobeX yang terpaksa putus sekolah karena hamil di luar nikah. #sedih terus mewek.

Yah, bukan hanya putus sekolah karena diri sendiri atau dipecat, namun juga harus tahan malu di lingkungan masyrakat. #pokonya susah deh kalau sampai salah arah. Hah, pertanyaan ke sobeX ni, sebenarnya mulai dari SD-SMP atau SMA sih. Terus, penting gak nih pendidikan seks diterapkan di sekolah? Kalau menurut kamu penting, kenapa ? kalau menurut kamu gak penting, kenapa ?
Lets’s hear it…
Syahnanda Putra, siswa SMA Negeri 5 Medan mengatakan bahwa pendidikan seks di sekolah itu wajib, sehingga seluruh siswa dapat mengetahui apa baik dan buruknya seks tersebut.

“Selama dalam hal pendidikan, pelajaran tentang seks itu wajib agar kita tahu apa sisi buruknya. Sehingga jika suatu saat kita dalam posisi kayak gitu, kita data mengetahui apa tindakan yang harus dilakukan dan kita juga bisa menghindarinya,” ujarnya.

Lanjutnya, orang yang berwawasan tinggi dan mengetahui dampak-dampak dari seks bebas, maka dia tidak akan mengambil resiko. “Kalau punya pengetahuan yang bagus, maka dia tidak akan mau melakukan perbuatan tersebut. Sehingga pendidikan seks itu penting tapi harus dalam batasan yang normal,” katanya.

Sama halnya dengan Ady Purwanto, siswa SMA Negeri 5 Medan. Katanya ni, pendidikan seks itu penting ada di setiap sekolah. Agar para remaja-remaja dapat memahami apa bahayanya seks tersebut.

Tambah dia, karena pergaulan bebas juga sudah diterapkan pada usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) maka sex education kalau bisa sudah diterapkan sejak di SMP.

“Menjelaskannya juga harus baik, pendidikan seks ini penting agar membuka pikiran para remeja-remaja akan bahaya seks,dan pastinya akan mengurangi bahkan menghilangkan tindah pelecehan seksual yang saat ini sedang marak terjadi,” katanya.

Cut Nanda Rizka, mahasiswi Akper USU ini juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pendidikan seks sangat lebih baik jika diterapkan sejak anak duduk di bangku SMP.

“Karena SMP itu masa proses anak-anak menuju remaja. Dan pelajaran tersebut diajarkan pada saat SMP, bukan berarti mengajarkan anak tersebut untuk melalukannya. Hanya saja untuk memberitahu anak tersebut, dampak baik-buruknya  seks,” katanya.

Namun ada yang berbeda ni, mahasiswa FKIP UMSU, Velisya Bening Hasibuan ini mengatakan bahwa dirinya lebih setuju jika pendidikan seks diterapkan di saat anak-bangku SMA.

“Karena kalau sudah SMA sudah mulai menuju kematangan dalam berpikir,” ujarnya.

Last, Depiqa Sheila Damanik, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya USU ini mengatakan bahwa pendidikan seks harus di terapkan sejak di bangku sekolah, namun lebih tepatnya bila diberikan saat anak duduk di bangku SMA.

“Kalau di SMP diajarkan tentang seks, takutnya anak-anak tersebut penasaran dan lebih membuat perbuatan yang buruk. Karena mereka masih sangat penasarannya dan pemikirannya juga belum matang,”
Well sobeX, gimana menurut kamu ?
Hemmm, tapi yang jelas, pendidikan seks itu harus diajarkan, agar para anak-anak dapat mengerti apa sih dampaknya seks tersebut bagi kehidupan. Tetap semangat yah sobeX dan jangan pernah mencoba-coba untuk melakukan perbuatan tercela. Okeh !!!(uma/put)

Berita terkait: