Kantor BPJS Dirampok 5 OTK
  • Dipublikasikan pada: Mar 11, 2014 Dibaca: 276 kali.

Foto: Manahan/PM/JPNN Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa yang dirampok.

Foto: Manahan/PM/JPNN
Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa yang dirampok.


DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Tanjung Morawa disatroni perampok, Senin (10/3) pukul 03.00 wib. Brankas diangkut menggunakan mobil avanza, usai melumpuhkan security. Hasil pengusutan polisi, mobil Avanza BK 1652 IQ yang belakangan berhasil diamankan polisi, diketahui milik Linceria Siahaan warga Jalan Raya Menteng, Medan Denai.

Aksi pelaku kejahatan menggunakan kemeja itu berlangsung di Jalan Medan Tanjung Morawa Km 16,5 Kompleks Ruko Morawa No. 3-4 Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa di rampok 5 orang tak dikenal (OTK) bersenjata diduga senjata api pada Senin (10/3) sekira pukul 03.00 Wib.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekira pukul 02.30 Wib kelima kawanan perampok tersebut masuk dengan merusak gembok pagar. Saat seorang pelaku tetap tinggal di dalam mobil sementara 4 pelaku lainnya dengan menggunakan penutup wajah dan topi menuju samping kiri kantor tersebut.

Selanjutnya salah seorang pelaku dengan menggunakan kursi lipat warna hijau sebagai tangga pun mencongkel jendela kaca ruang arsip yang terletak disebelah kiri menggunakan linggis. Berhasil mencongkel jendela kaca ruangan arsip, keempat pelaku perampokan tersebut pun masuk keruangan arsip.

Foto: Manahan/PM/JPNN Ruangan arsip Kantor BPJS tempat perampok masuk.

Foto: Manahan/PM/JPNN
Ruangan arsip Kantor BPJS tempat perampok masuk.


Berhasil masuk ke dalam ruangan arsip keempat pelaku yang sudah mengetahui seluk beluk kantor tersebut masuk ke ruangan IT yang berada dilantai 2 kantor tersebut dengan cara menconkel pintu menggunakan linggis. Mengetahui diseluruh ruangan dan sekitar kantor terpasang lebih dari 10 kamera CCTV keempat pelaku perampokan pun merusak kabel utama server CCTV. Setelah memastikan semua kamera CCTV tidak berfungsi keempat pelaku tersebut pun turun ke ruangan pelayanan yang terletak di lantai 1. Tanpa membuang waktu keempat pelaku perampokan tersebut pun berusaha melumpuhkan salah seorang petugas satpam Edward Lumbantoruan (34) anak kedelapan dari 9 bersaudara warga Dusun IV Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa yang sedang asyik menonton televisi. Edward yang tidak mengetahui kedatangan keempat pelaku pun sempat berusaha melawan saat salah seorang pelaku menarik jaketnya dari belakang. Mendapat perlawanan salah seoarang pelaku pun menodongkan senjata yang diduga senjata api kearah Edward, sementara pelaku lainnya menodongkan golok ke leher Edward.

Mendapatkan ancaman senjata diduga senjata api dan golok membuat Edward tak berdaya untuk melawan. Menggunakan kabel, kedua jempol Edward pun diikat sementara mata dan mulutnya ditutup dengan lakban hitam. Berhasil melumpuhkan Edward keempat pelaku langsung menyeret Edward ke ruangan keuangan yang berada di ruang arsip. Keempat pelaku pun mencongkel pintu ruangan keuangan menggunakan linggis. Di dalam ruangan keuangan keempat pelaku pun menyuruh Edward telungkup. Selanjutnya keempat pelaku mengacak-acak ruangan keuangan. Namun para pelaku yang diduga sudah mengetahui posisi brankas tidak memerlukan waktu lama berhasil membawa brangkas setinggi sekira 1 meter dan panjang sekira 0,5 meter masuk ke dalam mobil.

PELAKU KELUARKAN PISTOL
Setelah beraksi sekira 1 jam dan berhasil memasukkan brankas ke dalam mobil, kelima perampok pun keluar dari lokasi kantor. Namun sekira pukul 03.30 wib saat berada di luar gerbang, mobil yang dikendari kelima pelaku dihadang tiga warga, masing–masing ; Heri (38), Dwi Wardana (38) dan Ridwan (32) ketiganya warga Dusun I Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa yang sedang ronda malam (Siskamling).

Berdasarkan keterangan Heri bahwa mereka memberhentikan mobil yang dikendari kelima pelaku perampokan disebkan mereka curiga karena tidak biasanya ada mobil keluar dari kantor, apalagi sudah dinihari. Namun saat Heri dan kedua temannya masih berjarak sekitar 2 meter dari mobil, satu pelaku keluar dari depan serta ketiga pelaku lainnya keluar dari belakang. Keempat pelaku tersebut pun langsung mengancam Heri, Dwi, dan Ridwan dengan senjata jenis pistol.

Mendapatkan ancaman dari keempat pelaku Heri dan kedua temannya pun memilih mundur. Berhasil memaksa mundur Heri dan kedua temannya para pelaku perampokan pun masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas kearah Lubuk Pakam.

MOBIL BERHASIL DIAMANKAN
Sekira pukul 04.00 Wib, Edward pun melapor ke Polsek tanjung Morawa setelah sebelumnya rekannya sesama satpam yang juga satu shift dengannya, Alfian (42), warga Dusun III Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa, berhasil melepaskan ikatan dan lakban yang menutup mulut dan mata Edward.

Menurut Edward, pada malam kejadian dirinya bertugas bersama Alfian. Namun sebelum peristiwa perampokan, Alfian keluar dari ruang pelayanan namun Edward tidak tahu kemana Alfian pergi. Edward pun mengungkapkan saat dirinya disekap oleh keempat pelaku perampokan, dirinya mendengar suara Alfian seperti disekap. ”Aku mendengar suara Alfian seperti disekap,” ungkap Edward.

Mendapatkan laporan perampokan tersebut, petugas Polsek Tanjung Morawa pun langsung bergerak cepat. Berkat informasi adanya mobil yang mencurigakan di daerah perkebunan Bandar Kalippa Afdeling IV Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis sekira pukul 09.00 Wib petugas pun berhasil mengamankan mobil yang dikendarai kelima perampok serta brankas.

Namun kelima perampok tersebut telah mengambil uang sekira Rp 26 juta dari brankas dan hanya meninggalkan surat-surat berharga seperti deposito, sertifikat gedung, sejumlah BPKB kendaraan dinas, dan surat berharga lainnya.

Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumut Drs. Pengarapen Sinulingga. MM didampingi kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa Krista Siagian mengungkapkan, peristiwa perampokan tersebut baru pertama kali terjadi sejak tahun 2009.

Sepertinya kelima pelaku perampokan tersebut sudah sangat mahir dalam melakukan aksinya. Hal ini terbukti setelah petugas melakukan pengecekan plat mobil Xenia hitam yang ditinggal para pelaku. Ternyata meskipun menggunakan dua plat masing-masing BK 1652 IO dan BK 1256 JO kedua plat tersebut palsu. Plat yang sebenarnya BK 1652 IQ atas nama Linceria Siahaan warga Jalan Raya menteng Gang Mangga II No. 20, Kecamatan Medan Denai.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Eddy Safari didampingi Kanit Reskrim Iptu Bambang Priyatno S.Sos membenarkan perampokan tersebut. Selain itu Eddy pun mengungkapkan bahwa petugas telah mengetahui identitas kelima pelaku perampokan tersebut,” identitas kelima pelaku perampokan telah diketahui, petugas pun masih melakukan penyelidikan dan pengejaran kelima pelaku perampokan,” ungkapnya.(cr1/bd)

loading...
TAGS :