• Kenaikan Harga Rumah Indonesia Tertinggi ke-7 di Dunia
Kenaikan Harga Rumah Indonesia Tertinggi ke-7 di Dunia
  • Dipublikasikan pada: Mar 17, 2014 Dibaca: 276 kali.

Jakarta-Lembaga konsultan dan riset properti dunia Knight Frank merilis The Global House Price Index tahun 2013 yang menunjukkan pertumbuhan harga rumah di seluruh dunia. Dubai jadi kawasan yang harga rumahnya paling tinggi di dunia. Data itu juga menunjukkan, Indonesia berada di urutan ke-7 dengan rata-rata pertumbuhan harga rumah hingga 11,5 persen sepanjang 2013.

PAMERAN: Seorang wanita melihat maket perumahan dalam pameran properti.

PAMERAN: Seorang wanita melihat maket perumahan dalam pameran properti.


“Pada 2013, pasar negara berkembang mengalami masa ekonomi yang sulit, tapi berhasil membuat rekor kenaikan harga rumah yang kuat. Turki, Brasil, Indonesia dan Kolombia berada di 10 teratas pertumbuhan harga rumah tahunan, masing-masing pasarnya mencatatkan angka pertumbuhan dua digit,” jelas survei tersebut seperti dikutip dari worldpropertychannel, Minggu (16/3).

Data tersebut menunjukkan Indonesia berada di urutan ke-7 dari 56 negara. Di urutan pertama, Dubai mencatatkan pertumbuhan kenaikan harga rumah sepanjang 2013 sebesar 34,8 persen. Berlawanan dengan Dubai, di Ukraina akibat imbas dari kondisi politik, menyebabkan harga rumah turun drastis 25,9 persen.

Rekor dalam 20 Tahun Terakhir

Indeks pertumbuhan kenaikan harga rumah dunia tercatat mencapai rekor terbaru selama hampir 20 tahun terakhir. Tahun 2013 lalu, rata-rata pertumbuhan harga rumah dunia mencapai 8,4 persen.Perusahaan Riset Properti dunia Knight Frank mencatat pertumbuhan harga rumah sebesar 8,4 persen tahun 2013 tersebut naik dibandingkan tahun 2012 yang hanya mencapai 4,6 persen, dan menunjukkan kenaikan indeks yang terbesar sejak 1995.

Data Knight Frank tersebut menunjukkan 39 negara mencatatkan rekor pertumbuhan positif setiap tahun, sedangkan di tahun 2012, hanya 27 negara yang menunjukkan tren tersebut.

Pertumbuhan harga rumah untuk kelas menengah ke bawah didominasi Eropa. Namun, rata-rata penurunan harga rumah yang melambat di negara seperti Spanyol, Perancis, dan Belanda.

Laporan tersebut menyebutkann, meningkatnya lapangan pekerjaan dan terus berlanjutnya pajak rendah di Eropa dan Amerika Serikat memberikan kepercayaan diri bagi para konsumen.

“Harga di Irlandia, Amerika Serikat dan Inggris rebound di 2013,” jelas laporan tersebut dikutip dari worldpropertychannel, Minggu (16/3). “Kecepatan yang diukur stimulus telah dikembalikan (QE tapering), naik turunnya keadaan di Asia dan memanasnya isu politik di Ukraina bisa dikatakan kunci menentukan dari hasil indeks ini,” lanjut pernyataan di laporan tersebut. (bbs/ila)

loading...
TAGS :