Mahasiswa USU Ngadu ke Propam
  • Dipublikasikan pada: Mar 27, 2014 Dibaca: 276 kali.

Foto: Gibson/PM Risky Siregar menjelaskan kronologis penyetruman dirinya kepada Kaur Bin Ops Sabhara, Iptu E. Surbakti.

Foto: Gibson/PM
Risky Siregar menjelaskan kronologis penyetruman dirinya kepada Kaur Bin Ops Sabhara, Iptu E. Surbakti.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut, Irjen Pol Syarif Gunawan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus penganiayaan dan penyetruman yang diduga dilakukan 3 personel Sat Sabhara terhadap mahasiswa USU.

“Kalau anggota bersalah, pasti kita berikan sanksi. Biar Propam yang menindaknya. Tapi saya baru dengan kasus ini. Coba tanyakan saja ke Kapolresta Medan,” tandanys usai gelar pasukan di Lapangan Benteng Medan, Rabu (26/3) siang.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta yang ditemui terpisah mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mencari tau pelaku. “Korban telah dikonfrontir di Sat Sabhara, namun pelaku belum ditemukan. Kalau benar pelaku adalah anggota kita, pasti kita berikan sanksi.  Saya akan kordinasikan dengan Kasat Sabhara,” bebernya. Lalu, langkah apa yang akan ia lakukan untuk mencegah polisi nakal, khususnya di jalan? Orang nomor satu di Polresta Medan itu mengaku belum mengetahui caranya.

“Belum ada tipsnya, nantilah saya kordinasi mengenai itu dengan Kasat Reskrim. Kalau polisi menyetop pengendara di jalan, sah-sah saja sepanjang itu terkait tugas, seperti pelanggaran-pelanggaran lalu lintas atau tindak pidana. Namun, untuk kasus ini, kami juga sedang mendalaminya,” ucap perwira tiga melati emas di pundaknya itu. Sementara itu, pasca mencuat ke permukaan, Kasat Sabhara Kompol Tri Lesmana Zeviansyah langsung membawa kasus tersebut dalam apel pagi.

“Sampai sekarang kami masih menyelidiki siapa oknumnya. Kalau memang ada, akan diberikan sanksi. Karena infonya masih simpang siur, apalagi sekarang anggota sibuk dengan pengamanan kedatangan presiden. Tapi, kami masih mendalaminya,” ujarnya.

Terpisah, Anggun Rizal, SH selaku kordinator Non Litigasi LBH Medan menegaskan pihaknya akan mendampingi korban, Risky Siregar untuk mencari keadilan. “Tadi mereka datang untuk membuat laporan ke LBH Medan. Kasus ini sangat rancu, oknum polisi memukul dan menyetrum mahasiswa,”bebernya.

Lanjutnya, korban dan beberapa rekannya melaporkan kasus itu karena mereka menduga Polsek Medan Baru dan Sat Sabhara Polresta Medan terkesan buang badan saat mereka membuat laporan. Sehingga mereka mengadukannya ke LBH.

“Mungkin dalam kasus ini bukan hanya Risky saja yang jadi korban, karena oknum tersebut melakukannya dengan cara dingin dan seperti preman. Kami akan mengawal kasus ini,” tutupnya. Pantauan kru koran ini, sekira pukul 18.30 WIB, Risky yang didampingi teman-temannya mendatangi gedung Propam Polresta Medan.

Detik berikutnya, korban langsung masuk ke ruang kerja Kasi Propam Polresta Medan, AKP Iskandar. Di sana korban kembali menceritakan kronologis kejadian. Setelah mendengar penjelasan itu, akhirnya pihak Propam pun menerima laporannya. “Sudah buat laporan dan akan kita tindak lanjuti. Korban juga sudah memperlihatkan bekas luka setruman dan memar lain di tubuhnya. Masih kita proses,”ucapnya.

Seperi diberitakan, mahasiswa semester IV Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU),Rizky dipukuli dan disetrum polisi dengan modus razia di Jl. Jamin Ginting Medan. Peristiwa itu mengakibatkan korban menderita luka dan memar. Selain itu, sebagian uangnya juga diambil pelaku.(gib/deo)

loading...
TAGS :