• Perempuan Makan Rambut Sendiri, Hasilnya…
Perempuan Makan Rambut Sendiri, Hasilnya…
  • Dipublikasikan pada: Oct 7, 2016 Dibaca: 223 kali.

ISTOCK Sindrom Rapunzel terjadi karena kebiasaan orang yang mengunyah rambutnya sendiri.

ISTOCK
Sindrom Rapunzel terjadi karena kebiasaan orang yang mengunyah rambutnya sendiri.


SUMUTPOS.CO – “Rapunzel, Rapunzel, ulurkan rambutmu” ini adalah bagian dari dongeng terkenal Rapunzel, tentang seorang gadis berambut panjang yang dikurung di menara.

Namun, cerita karangan Grimm Brothers ini berbeda dengan kehidupan nyata yang mengerikan, yaitu ketika sebuah tim medis menemukan gulungan rambut atau hairball sepanjang 15cm dalam perut seorang perempuan berusia 38 tahun di Amerika Serikat.

Ia adalah salah satu dari segelintir kasus yang didokumentasikan sebagai “sindrom Rapunzel”, sindrom ini disebabkan karena orang-orang mencabut dan mengunyah rambutnya sendiri.

Rambut yang dimakan itu menghalangi sistem pencernaan yang dapat mengakibatkan dampak buruk.

Perempuan, yang tidak disebutkan namanya, tiba-tiba muntah dan mengalami sembelit. Sementara, perutnya membengkak karena dipenuhi cairan dan gas.

Ia kehilangan selera makannya selama setahun, berat badannya turun sebanyak tujuh kilogram dalam delapan bulan dan ia tidak bisa makan saat tiba di rumah sakit.

MASA KANAK-KANAK
Para dokter di Arizona, dalam laporannya medisnya, awalnya memberikan donor darah untuk mengatasi penyakit anemianya.

Tapi ketika dokter melakukan operasi di bagian perut, mereka menemukan sebuah gulungan rambut sepanjang 15x10cm dalam bentuk bola di dalam perutnya dan kemudian gulungan lainnya yang lebih kecil sepanjang 4x3cm di usus kecil.

Dokter kemudian berhasil mengangkat gulungan rambut tersebut dan perempuan itu diberi diet tinggi protein untuk membantunya pulih kembali.

Sejauh ini, hanya ada 88 kasus yang dilaporkan dari sindrom Rapunzel ini, dan dalam kasus beberapa orang, rambut itu ditemukan di dalam perut dan usus besar.

Sindrom Rapunzel ini sebagian besar terjadi saat masa kanak-kanak dan 40% di bawah usia 10 tahun. (bbc)