TIGA DISANDERA, SATU DIBACOK
Nelayan Sergai Bentrok dengan Nelayan Belawan
  • Dipublikasikan pada: Dec 13, 2016 Dibaca: 276 kali.

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS--Aktifitas nelayan di muara tempat pelelangan ikan (TPI) di Bagan Deli Medan Belawan, (17/4)

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS–Aktifitas nelayan di muara tempat pelelangan ikan (TPI) di Bagan Deli Medan Belawan.


BELAWAN, SUMUTPOS.CO  -Puluhan nelayan di Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai terlibat perselisihan dengan nelayan asal Belawan. Dalam peristiwa itu dikabarkan tiga nelayan disandera dan seorang diantaranya terluka bacok, Senin (12/12).

Perselisihan antarnelayan ini sudah lama terjadi. Penyebabnya, nelayan asal Pantai Cermin tidak terima kalau nelayan pukat Langgai bertangkahan di Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan untuk melakukan penangakapan ikan.

Tak ingin hal itU terus berlangsung, saat nelayan asal Belawan menangkap ikan di sekitar perairan Pantai Cermin, puluhan nelayan asal Pantai Cermnin langsung menghadang.

Sempat terjadi adu mulut di antara nelayan, namun pada sebuah kesempatan, tekong (nahkoda) kapal ikan Pukat Langgai bernama Abdul alias Bedul dibacok. “Yang dibacok si Bedul. Lalu boatnya (kapal ikan) disandera bersama dua anak buahnya,” ujar Ahyaruddin (43), nelayan Langgai di Belawan.

Menyadari kalah jumlah, nelayan asal Belawan langsung melarikan diri. Sedangkan, Bedul berikut kapal ikan dan anggotanya bernama, Zulkifli serta Zainal disandera. “Kami sempat mau menolong, tapi jumlah mereka banyak. Intinya, mereka tidak terima kalau nelayan dari Belawan menangkap ikan di Pantai Cermin,” tambah Ahyaruddin lagi.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD HNSI Sumut, Pendi Pohan saat dihubungi Sumut Pos membenarkan adanya perselisihan antarnelayan kecil di perairan Pantai Cermin. “Ada tiga nelayan disandera, dan belum dipulangkan. Upaya mediasi sedang dilakukan,” kata, Pendi.

Keributan antar nelayan ini lanjutnya, besar kemungkinan terjadi hanya soal wilayah jalur penangkapan. Dimana, nelayan Pantai Cermin menolak nelayan Belawan beroperasi di sekitar perairan mereka.

“Kejadiannya mirip seperti konflik nelayan di Jaring Halus, Langkat. Kalau untuk alat tangkap (pukat) langgai saya kira itu bukan alat tangkap yang dilarang,” ungkapnya.

Amankan Kapal Pukat Trawl
Sebuah Kapal Nelayan yang beroperasi menggunakan pukat trawl jenis sondong diamankan nelayan tradisional Sergai yang sedang melaut di perairan laut Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Kapal Pukat trawl jenis Sondong itu dinahkodai Sopyan (29), warga Kampung Kurnia Belawan, bersama dua anak buahnya, Senin (12/12). Penangkapan dilakukan karena nelayan setempat sudah resah dengan keberadaan pukat trawl jenis sondong yang merusak ekosistim laut, bahkan telah dilarang pemerintah.

Setelah kapal pukat trawl jenis sondong tersebut ditangkap, nelayan langsung memberitahukan kepada Satpolair Sergai. Informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh Kasatpolair, AKP. Edi Plantino beserta sembilan anggotanya ke lokasi guna mengamankan nelayan yang tertangkap.

Pada saat itu Satpolair mengamankan barang bukti berupa ikan, udang sebanyak 5 Kg. (sur/ije)
 
 

loading...