Catatan Jenderal Tito tentang Pembunuh Keluarga Dodi
Dipanggil Kapten, Ramlan Butar-butar Dikenal Perampok Sadis
  • Dipublikasikan pada: Dec 28, 2016 Dibaca: 225 kali.

Foto: Kombinasi Ramlan Butarbutar alias Kapten dan rekannya, ditembak petugas, Rabu (28/12).

Foto: Kombinasi
Ramlan Butarbutar alias Kapten dan rekannya, ditembak petugas, Rabu (28/12).


JAKARTA, SUMUTPOS.CO –┬áKiprah perampok spesialis perumahan elite nan sadis, Ramlan Butarbutar alias Polkas, alias Kapten, berakhir, Rabu (28/12).

Ramlan tewas di tangan petugas Polda Metro Jaya. Ramlan Cs diduga kuat sebagai pelaku perampokan, penyekapan, dan pembunuhan keluarga pengusaha properti Dodi Triono, 51, di Pulomas, Jakarta Timur, Senin (26/12).

Saat hendak ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Kalong RT 08/RW 02 Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/12), Ramlan tidak menyerah begitu saja.

Dia bersama kolega seprofesinya, Erwin Situmorang melawan petugas. Tembakan pun diberikan kepada keduanya. Namun, tembakan petugas itu merobohkan Ramlan untuk selama-lamanya. Erwin masih selamat. “Dua yang tertangkap, satu di antaranya melawan dan tertembak. Karena kehabisan darah, meninggal dunia,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Rabu (28/12).

Tito juga punya catatan soal Ramlan. Mantan Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya itu menegaskan, Ramlan merupakan pemain lama tindak pidana pencurian dengan kekerasan. “Zaman saya menjabat kasat serse dia sudah “main”. Sekarang main lagi, padahal sudah tua,” kenang Tito.

Menurut Tito, Ramlan dan kelompoknya memang terkenal sadis. Bahkan, Tito berujar, dalam melakukan aksinya Ramlan tidak segan mengikat maupun melakban mulut korbannya. “Dia memang dikenal dalam kasus curas,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Menurut Tito, Ramlan memang sering beraksi di hari libur. Ramlan berkeliling mencari rumah sepi. “Dulu modusnya memang di hari libur mereka “berpatroli”. Begitu pagar terbuka mereka langsung masuk,” katanya.

Tito mengungkapkan penangkapan Ramlan dan Erwin ini merupakan hasil pengembangan. Salah satu petunjuknya adalah CCTV di rumah Dodi. “Kan terlihat jelas di CCTV. Sedan putih kelihatan CCTV. Wajah pelaku lebih jelas terlihat,” katanya.