• PDAM Tirtanadi Targetkan Penambahan Debit Air 1.380 Liter per Detik
PDAM Tirtanadi Targetkan Penambahan Debit Air 1.380 Liter per Detik
  • Dipublikasikan pada: Jan 5, 2017 Dibaca: 277 kali.

 

Sutedi didampingi Delviyandri, Heri Batangari dan Arif Haryadian

Sutedi didampingi Delviyandri, Heri Batangari dan Arif Haryadian


MEDAN,SUMUTPOS.CO-Tahun 2017 ini, PDAM Tirtanadi menargetkan penambahan debit air 1.380 liter per detik dari pembangunan beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang akan dikerjakan tahun ini juga.

“Tambahan debit 1.380 liter per detik itu selesai akhir tahun ini atau paling lama awal tahun 2018,” ujar Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Provsu, Sutedi Raharjo.

Sutedi menegaskan hal itu dalam pertemuan awal tahun 2017 dengan wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan PDAM Air Tirtanadi di kantornya,  Kamis (5/1). Sutedi didampingi Direktur Air Minum Delviyandri, Direktur Air Limbah Heri Batangari dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian serta sejumlah pimpinan divisi. Juga Ketua Pokja PDAM Tirtanadi Zulmaidi dengan moderator Nuar Erde, wartawan Portibi.

Sutedi menyebut, penambahan debit air itu antara lain berupa uprating clearator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Delitua dari 350 liter/detik jadi 650 liter/detik, IPA Sunggal 500 liter/detik, Tirta Lyonis (TLM) dari 500 liter/detik jadi 900 liter/detik dan pembangunan IPA di Pancurbatu 40 liter/detik.

Menurutnya, untuk uprating berupa peningkatan teknologi yang cepat sehingga kapasitas bisa dinaikkan. Ini lebih hemat biayanya, karena hanya menambah kapasitas di IPA yang sudah ada, cuma merekondisi teknologi menjadi cepat, tanpa harus membeli tanah dan bangunan. “Jadi sistem uprating lebih untung daripada membangun IPA baru,” katanya.

Untuk pembangunan itu, maka dibutuhkan investasi besar yang dananya dari penyertaan modal Pemprovsu sebesar Rp73 miliar dan dana dari PDAM Tirtanadi sendiri Rp26,8 miliar. “Kita harus cepat menambah debit 1.380 liter per detik itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan program uprating IPA Sunggal sekira 450 liter/detik butuh Rp65 miliar dan IPA Delitua 300 liter/detik memerlukan dana Rp35 miliar, sehingga di dua tempat itu saja dana yang harus dikeluarkan mencapai Rp100 miliar. Sedangkan penyertaan modal Pemprovsu Rp400 miliar, terealisasi Rp326,777 miliar dan sisanya tinggal Rp73 miliar.

Sutedi memaparkan, semua sungai di Medan sekitarnya sudah dimanfaatkan. Sungai Belawan ada IPA Sunggal 2.500 liter/detik dan IPA Hamparan Perak 200 liter/detik. Sungai Deli ada 3 IPA yakni Delitua 1.600 liter/detik, Martubung 200 liter/detik. Sungai Percut 240 liter/detik, Sungai Belumei ada IPA Tirta Lyonis 500 liter/detik, IPA Limau Manis 500 liter/detik. Sungai Ular ada satu IPA. Sungai Memei jaraknya dari Medan sekira 40 km karena jauh maka sulit untuk mendapatkan investor. Diharapkan bendungan Lau Simeme  terealisasi sampai tahun 2019.

“Jakarta, Surabaya dan Makassar sudah punya bendungan. Medan kota terbesar ketiga yang tidak punya bendungan sehingga kalau banjir Sungai Deli dan Sungai Wampu meluap,” terangnya.

Tambah Sutedi, pihaknya akan mensosialisasikan rencana menaikkan tarif air minum tahun ini. Hal tersebut sesuai dengan Permendagri nomor 71 tahun 2016 tentang Penghitungan dan penetapan tarif air, dimana disebutkan PDAM disyaratkan harus menaikkan tarif air minum sebesar 25-30 persen. (sor)

loading...