Biksu Budha Bakar Diri Minta Presiden Mundur
  • Dipublikasikan pada: Jan 9, 2017 Dibaca: 751 kali.

Foto: AFP Petugas mengevakuasi seorang biksu yang membakar dirinya saat demontrasi di Seoul.

Foto: AFP
Petugas mengevakuasi seorang biksu yang membakar dirinya saat demontrasi di Seoul.


SUMUTPOS.CO  – Seorang biksu Buddha berusia 64 tahun rela membakar dirinya, di tengah aksi menuntut Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mundur, di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (7/1) lalu. Aksi yang awalnya berlangsung tenang, berubah menjadi kepanikan.

Biksu yang tak disebutkan namanya itu menuding Park sebagai pengkhianat. “Saat ini kondisinya kritis dan belum sadarkan diri,’’ ujar salah seorang petugas kepolisian, Minggu (8/1).

Dia dirawat di Seoul National University Hospital dengan luka bakar tingkat III. Mayoritas tubuhnya terjilat api. Sebelum melakukan aksi, biksu itu meninggalkan catatan. Yaitu, meminta otoritas yang berwenang agar menangkap Park.

Tidak terkait kasus penyalahgunaan kekuasaan yang membelit presiden perempuan pertama Korea Selatan (Korsel) tersebut. Tetapi, itu berhubungan dengan kesepakatan yang dibuat Park dengan pemerintah Jepang bahwa pemerintah Jepang akan memberikan kompensasi kepada para perempuan yang dipaksa menjadi jugun ianfu. Jugun ianfu adalah istilah untuk para perempuan yang menjadi korban perbudakan seks tentara Jepang selama masa Perang Dunia Kedua (PD II).

Si biksu menuding Park telah berkhianat. Tampaknya, dia tidak menerima kesepakatan damai Korsel dengan Jepang pada 2015. Banyak kritikus di Korsel menganggap kesepakatan pemberian kompensasi dan permintaan maaf secara tidak langsung tersebut tidak cukup untuk menunjukkan tanggung jawab Jepang atas kejahatan yang mereka lakukan pada masa perang.

Aksi bakar diri bukan hal baru di Korsel. Selama masa pergerakan prodemokrasi pada 1980-an hingga awal 1990-an, beberapa aktivis membakar diri saat melakukan aksi demonstrasi. Namun, pada masa modern saat ini, hal tersebut sudah jarang dilakukan. (afp/bbc/sha/c4/any/jpnn)