LISTRIK PADAM 3 KALI SEHARI
Warga Karo Ancam Demo PLN
  • Dipublikasikan pada: Jan 9, 2017 Dibaca: 280 kali.

Listrik padam-Ilustrasi

Listrik padam-Ilustrasi


KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Terhitung dari malam tahun baru 2017, hingga Sabtu (7/1) malam, pemadaman listrik terus terjadi di Tanah Karo. Mirisnya, pemadaman rata-rata terjadi 3-4 kali sehari. Kondisi ini jelas membuat warga Bumi Turang resah. Bagaimana tidak, selain mengalami kerugian materil, warga juga kesulitan beraktivitas.

Jika pemadaman ini terus berlanjut, warga yang kadung kesal, berencana mendemo kantor-kantor PLN. “Sudah enggak betul PLN ini. Sehari listrik mati (padam) tiga sampai lima kali. Kita sebagai konsumen jelas protes, karena kami taat bayar tagihan,” ungkap Hartati (34), seorang warga Desa Pertumbukan, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo.

“Hari ini saja ada kurasa empat kali mati listrik ini. Jadi bagaimana kami beraktivitas di rumah. Masak saja susah. Sekarang kami masak pakai ricecooker, baru 10 menit dicok (nyalakan), sudah mati lampu, kan jadi bubur nasi kami itu,” imbuh warga lainnya, Nana beru Ginting (28).

Selain kesulitan beraktivitas, warga juga khawatir kondisi ini akan menyebabkan barang-barang elektronik di rumah mereka jadi cepat rusak. “Sudah banyak barang elektronik kami yang rusak. Kalau begini, apa mau pihak PLN menggantinya? Cocoknya warga ramai-ramai menuntut ganti rugi, biar tahu juga mereka,” kata Nana lagi.

Karena itu, warga berharap PLN ke depan tidak melakukan pemadaman lagi, sebelum kesabaran warga habis. “Kami minta perhatian PLN, janganlah mati terus listrik ini, kami taat kok bayar tagihan,” pinta Nana, dengan logat Karonya yang sangat kental.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di kantornya, seorang pegawai Kantor PLN Tiga Panah, mengaku, pemadaman listrik terjadi karena kerusakan beberapa turbin di Canang Belawan. “Kami minta maaf atas kondisi yang tidak nyaman ini. Kerusakan di Belawan masih dalam tahap perbaikan. Jadi kami berharap warga  bersabar,” harap lelaki yang minta namanya dirahasiakan, dengan dalih ia bukan pimpinan.

Sebenarnya, lanjut lelaki bertopi itu, pihaknya juga khawatir dengan pemadaman ini. “Kami juga tak ingin pemadaman ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi. Kami juga takut kantor ini diserang, karena tak semua warga di sini yang mengerti dan mengetahui kerusakan turbin di Belawan itu. Kalau listrik padam, yang mereka salahkan tetap kami. Padahal kerusakan bukan terjadi di sini,” pungkasnya. (deo/saz)

loading...