BPJS Ketenagakerjaan Untung Rp20,19 T
  • Dipublikasikan pada: Jan 10, 2017 Dibaca: 276 kali.

EDUKASI: Petugas BPJS memberikan edukasi kepada masyarakat di Lapangan Merdeka, Minggu (14/6). Edukasi meliputi  perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja BPU yang juga dilengkapi dengan kemudahan akses, bisa daftar dari web dan membayar iuran secara online.

EDUKASI: Petugas BPJS memberikan edukasi kepada masyarakat di Lapangan Merdeka, beberapa waktu lalu. Edukasi meliputi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja BPU yang juga dilengkapi dengan kemudahan akses, bisa daftar dari web dan membayar iuran secara online.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meraih imbal hasil atau keuntungan dari investasi Rp 20,19 triliun, atau 10,1 persen dari total dana yang diinvestasikannya. Keuntungan ini naik dari target 2016 sekitar 9 persen.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono, mengapresiasi kinerja tersebut.

“Alhamdulillah tahun ini cukup bagus bisa sampai 2 digit, 10,01 persen, kinerja yang kita apresiasi,” ujar Guntur, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).

Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan imbal hasil 10,01 persen ini merupakan data per November 2016 yang berasal dari pengelolaan dana Dana Jaminan Sosial (DJS) yaitu JHT (jaminan hari tua), JKK (jaminan keselamatan kerja), JKm (jaminan kematian), dan JP (jaminan pensiun) yang jumlah totalnya Rp 240,52 triliun.

BPJS Ketenagakerjaan menggunakan beberapa instrumen investasi untuk mengelola dana investasi yang masuk. Dalam setahun BPJS Ketenagakerjaan berinvestasi ke deposito dengan porsi 9 persen Surat, Utang 65 persen, saham 17 persen, reksa dana 7 persen, properti dan penyertaan langsung 1 persen.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga berinvestasi di sektor infrastruktur secaratidak langsung sebesar 30 persen. Mayoritas investasi tersebut dari surat utang terkait infrastruktur.

“Secara tidak langsung sebesar 30 persen dari total dana, dengan mayoritas di surat utang. Surat utang yang terkait Infrastruktur mencapai 60 persen terdiri dari SBN (Surat Berharga Negara) dan obligasi korporasi terkait infrastruktur,” kata Irvansyah.

Ia menyebut, salah satu pendorong pencapaian tersebut berkat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang positif tahun lalu. Selain itu, penentuan investasi tersebut juga mempertimbangkan berdasarkan kebutuhan ALMA (Asset Liabilities Matching), yaitu kesesuaian antara aset dan kewajiban dalam pengelolaan dana jaminan sosial), serta pemilihan instrumen investasi dan emiten yang tepat.

Sementara itu, total dana kelolaan per November 2016 adalah Rp 249,66 triliun dengan hasil Rp 20,91 triliun atau 9,98 persen. Naik dari total dana kelolaan per November 2015 sebesar Rp 199,84 triliun dengan hasil Rp 15,87 truliun atau 8,94%. (bbs/ram)

loading...