DILEWATI TRUK GALIAN C ILEGAL
Jembatan Sei Ular Rusak
  • Dipublikasikan pada: Jan 10, 2017 Dibaca: 220 kali.

Jembatan Sei Ular di Desa Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, sudah mulai rusak.

Jembatan Sei Ular di Desa Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, sudah mulai rusak.


SUMUTPOS.CO  – Meski baru berusia empat tahun, namun kondisi Jembatan Sei Ular di Desa Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, sudah mulai rusak. Aspan jembatan tersebut sudah berlobang.

JEMBATAN Sungai Sei Ular merupakan sarana yang mengubungkan Desa Denai Sarang Burung ke Desa Kuto Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sedangbedagai. Jembatan yang memiliki panjang 258 meter dan lebar 6 meter tersebut jalur alternatif bagi warga Kabupaten Deliserdang dan Sedangbedagai.

Menurut pantuan Sumut Pos, kemarin, jembatan tersebut cukup ramai dilintasi warga yang hilir mudin antara Kabupaten Deliserdang dengan Sedangbedagai. Cukup banyak kendaran roda dua serta roda empat yang melintas.

Bahkan, beberapa teruk dengan muatan penuh melintasi jembatan ini. Meski di sisi kiri dan kanan jembatan, tertulis bahwa tonase kendaran yang dapat melintas tidak bisa lebih dari delapan ton.

Sebenarnya di kedua ujung jembatan dipasang portal, sehingga truk tidak bisa melintas. Namun portal tersebut sudah dirusak, sehingga kendaran bertonase berat dapat melintas. Menurut informasi, portal tersebut dirusak oleh pengusaha Galian C Ilegal, yang melewati jembatan itu.

Memang terdapat lima lokasi Galian C ilegal yang melakukan pengerukan pasir di pinggiran Sungai Ular. Galian C tersebut berada di sebelah Desa Kuto Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sedangbedagai. Pasir diambil dari dalam sungai kemudian diangkut dengan truk.

Dengan posisi tersebut, truk yang mengangkut Galian C tersebut harus melewati jembatan itu. Akibatnya, aspal jembatan sudah mulai berlubang. Plat besi sebagai pondasi lantai jembatan terlihat. Bahkan  beberapa tempat plat besi uda mulai berlubang.

“Jembatan ini usianya baru empat tahun. Tetapi kondisinya sudah rusak, ini akibat banyak truk mengangku sawit dan pasir melintas. Bila truk-truk melintas jembatan bergoyang,” ujar Ainun (59), pedagang goregangan yang berjualan di Jembatan Sei Ular.

Dia mengaku mulai berjualan gorengan setelah Jembatan Sei Ular diresmikan, empat tahun lalu. Ainun menyatakan dari tahun ke tahun kondisi jembatan mulai memburuk. “Setiap hari saya berjualan di sini, tentun tahu perkembangnya. Dulu goyanganya tak begitu kuat, tapi sekarang sangat kuat karena banyaknya truk lewat,” paparnya.

Ainun berharap Pemkab Deliserdang segera turun tanggan untuk memcegah semakin rusaknya lantai Jembatan Sei Ular. Bila dibiarkan truk bertonase berat melintas jembatan penghubung antar kabupaten tersebut semakin rusak parah.

Kepala Bidang Peningkatan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Deliserdang Ir Ismail ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa Jembatan Sei Ular  yang dikerjakan oleh PT Jaya Mitra Konstruksi (JMK) pantainya terbuat dari palt besi yang diberi aspal. “Lantainya bukan dicor beton, tapi pakai plat besi, sehingga tentan terhadap getaran. Kondisi itu membuat jembatan cepat rusak bika dilintasi kendaran bermuatan tonase berat,” jelasnya.

Ismail menegaskan, akan berkordinasi dengan Dinas Perhubungan Pemkab Deliserdang agar memasang kembali portal yang dirusak oknum-oknum yang tidak bertangungjawab. “Ini menjadi bahan perhatian kita. Portal akan kita pasang kembali,” jelasnya. (btr/dek)