Ronaldo Pemain Terbaik Dunia 2016
  • Dipublikasikan pada: Jan 10, 2017 Dibaca: 755 kali.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo


ZURICH,SUMUTPOS.CO-Cristiano Ronaldo memperoleh anugerah FIFA World Player of the Year edisi 2016 di Zurich, Selasa (10/1) dini hari WIB. Sang megabintang Real Madrid mengalahkan Lionel Messi [Barcelona] dan Antoine Griezmann [Atletico Madrid] dalam penghargaan individu ini.

Tahun 2016 memang jadi momen yang spesial untuk Ronaldo. Sempat terganjal cedera, bintang Portugal itu bangkit di tengah musim dan meraih sukses bersama Real Madrid. Walau gagal menggeser Barcelona di La Liga, El Real berhasil menggendong trofi Liga Champions.

Sukses di level klub, Ronaldo kembali berjaya di kancah internasional. Striker tajam itu berhasil membawa Portugal ke tangga juara Euro 2016. Ronaldo memang cedera di babak final, tapi sumbangsihnya sangat besar pada prestasi negaranya.

“Ini luar biasa, bukan yang pertama kalinya, namun penghargaan ini terasa seperti pertama kali saya. Apa yang bisa saya katakan? Saya berterima kasih pada segenap tim saya, pelatih dan Real Madrid. 2016 adalah tahun terbaik dalam karier saya,” ungkap Ronaldo dalam pidato kemenangannya.

Ronaldo mencetak 55 gol dan 17 assist dalam 57 pertandingan yang ia lakoni sepanjang 2016. Sebagai penutup, ia turut memenangkan Piala Dunia Antarklub bersama Los Blancos di akhir tahun.

>> Pelatih Terbaik
Sedangkan Claudio Ranieri dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia FIFA 2016 . Musim lalu, manajer asal Italia itu berhasil membawa Leicester City ke tangga juara Liga Primer Inggris.

Ranieri mengalahkan dua pesaing lainnya dalam meraih penghargaan ini, yakni Zinedine Zidane (Real Madrid) dan Paulo Sousa (Portugal). Zidane memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, sementara Sousa membawa Portugal ke puncak Euro 2016.

Adapun dongeng The Foxes menjadi salah satu prestasi yang menakjubkan bagi Ranieri. Mantan pelatih AS Roma itu secara mengejutkan membawa Leicester, yang musim sebelumnya kesulitan lepas dari zona degradasi, mengalahkan Arsenal dan Manchester City dalam perebutan gelar.

Inspirasi Ranier tak berhenti sampai di situ. Leicester memang terseok-seok di Liga Primer 2016/17, namun mereka tampil gemilang di Liga Champions. Di pengujung 2016, Ranieri sukses membawa timnya lolos ke fase gugur Liga Champions. (bbs)