Diduga Terlibat Pencurian Besi Bekas, AK Segera Diperiksa
  • Dipublikasikan pada: Jan 12, 2017 Dibaca: 767 kali.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pencurian besi bekas papan reklame yang dilakoni dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan berbuntut panjang. Sebab, Rikardo Gurning (38) dan Abram Vincent Hutapea (40)  menjual hasil curiannya kepada perusahaan advertising Multi Grafindo. Diduga terlibat, AK, pemilik PT Multi Grafindo Mandiri segera dipanggil untuk diperiksa.

“Tentu soal dugaan oknum lain yang terlibat dari kasus besi reklame itu juga sedang dikembangkan. Karena kalau dilihat besar kerugiannya, bisa saja ada indikasi dugaan motif lain dalam kasus kejahatan ini,” kata Kapolsek Delitua, Kompol Wira, Rabu (11/1).

“Yang akan kita panggil itu pimpinan perusahaan (PT Multi Grafindo Mandiri). Karena pembelinya perusahaan. Namun, apakah AK selaku pemilik perusahaan itu terlibat, perlu pemeriksaan,” kata Wira.

AK diketahui merupakan seorang pemain reklame kelas kakap. Apakah polisi berani menahannya bila terbukti? Atau malah sebaliknya, AK bakal lepas dari jeratan hukum?
Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Medan ini menyebut sedang melengkapi berkas kedua tersangka. Selain itu, pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti untuk menjerat AK ke ranah hukum.

“Pasti kita periksa (AK). Tapi, kita lengkapi dan dalami dulu keterangan kedua tersangka. Baru kita panggil yang bersangkutan. Karena kedua tersangka menyebut perusahaan bukan pribadi AK,” tukas mantan Wakasat Res Narkoba Polrestabes Medan ini.

Selain itu, kedua tersangka sudah dua kali mencuri material besi bekas papan reklame itu. Namun apes. Saat aksi kedua, Rikardo dan Abram tertangkap sesama PNS.

“Sejauh ini dari hasil keterangan yang mereka (kedua tersangka) sampaikan, pencurian besi reklame itu sudah dua kali dilakukan. Jadi sebelum kasus yang belakangan terungkap ini mereka juga pernah melakukan hal yang sama sebelumnya,” jelas Wira.

Wira menambahkan, kasus pencurian sebelumnya, Pemko Medan mengalami kerugian ditaksir senilai Rp500 juta. Keduanya pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Meskipun hanya besi bekas rangka reklame tapi taksiran kerugiannya ternyata cukup besar. Hasil penyidikan dan kordinasi dengan pihak TRTB dari kasus yang pertama itu, kerugiannya Rp500 juta,” ujar Wira.

“Kasus serupa yang terungkap belakangan ini, Rp 800 juta. Artinya, walaupun besi bekas, kalau ditotal-total sampai Rp1 M lebih juga berarti kerugian dari pencurian itu,” tambah Wira sembari mengakhiri.

Keduanya dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Sebelumnya, kedua oknum PNS ini diamankan di Lapangan Cadika, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor, Senin (9/1) petang. Keduanya berencana menjual hasil curian mereka kepada PT Multigrafindo Mandiri.

Keduanya terbukti melanggar Peraturan Wali (Perwal) Kota Medan No 38/2014 tentang Reklame. Karena, besi bekas reklame itu merupakan aset Pemko Medan.

Barang bukti yang disita, ada dua unit mobil truk Crane, masing masing BK 9151 LE dan BK 9324 LB. Selain itu besi-besi bekas bongkaran rangka reklame yang kerugiannya ditaksir capai Rp800 juta.