• India Ancam Cabut Visa Karyawan Amazon, Gara-garanya…
India Ancam Cabut Visa Karyawan Amazon, Gara-garanya…
  • Dipublikasikan pada: Jan 12, 2017 Dibaca: 766 kali.

Foto: GEMUNU AMARASINGHE
Sushma Swaraj mengancam akan mencabut visa yang sudah diberikan kepada karyawan Amazon.SUMUTPOS.CO – Toko internet Amazon.com menarik penjualan keset kaki dengan tiga warna seperti bendera India dari situsnya di Kanada.


Langkah itu ditempuh setelah pemerintah India mengancam akan mencabut visa untuk para karyawan Amazon jika tidak menghentikan penjualannya.

“Amazon harus menyampaikan permintaan maaf tanpa kondisi. Mereka harus menarik segera semua produk yang menghina bendera nasional kami,” tegas Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, di Twitter.

Swaraj, yang aktif di Twitter dan kadang membalas langsung pesan-pesan, juga mengancam tidak akan memberikan visa kepada para karyawan Amazon serta mencabut visa yang sudah sempat diberikan.

Keset kaki itu dijual oleh pihak ketiga di situs Amazon Kanada, sudah tidak bisa ditemukan lagi Rabu (11/01) namun tidak ada pernyataan dari raksasa toko internet tersebut.

INDIA PASAR PENTING BAGI AMAZON
Keset kaki dengan warna bendera beberapa negara lain juga dijual di situs Amazon Kanada, namun berdasarkan undang-undang di India, maka penodaan atas bendera merupakan tindakan yang terancam hukuman penjara maupun denda.

Akun resmi Twitter Amazon awalnya sempat menanggapi para pengguna yang marah, dengan mengatakan keset kaki bersangkutan tidak dijual di Amazon India. Namun setelah itu kemarahan makin meningkat.

Sebelumnya pernah juga muncul kontroversi terkait dengan penjualan keset kaki dengan ilustrasi yang mencerminkan dewa-dewa agama Hindu.

India merupakan salah satu pasar yang penting bagi Amazon, yang bersaing dengan Flipkart dan Snapdea untuk merebut pangsa pasar di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

Tahun lalu -dalam salah satu acara di Washington yang dihadiri Perdana Menteri India, Narenda Modi- bos Amazon, Jeff Bezos, mengatakan India merupakan kawasan yang paling berkembang pesat bagi perusahaanya. (bbc)