Peran Orang Tua dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini (4)
Anak yang Merasa Dipantau Lebih Berhati-hati Memilih Teman
  • Dipublikasikan pada: Mar 15, 2017 Dibaca: 295 kali.

Foto: BNNP Sumut for Sumut Pos
BNNP Sumut melakukan kampanye Stop Narkoba kepada publik Medan, di Careefour Medan Fair Plaza, beberapa waktu lalu.


SUMUTPOS.CO – Tanpa dipungkiri, kemajuan teknologi yang serba digital saat ini memberikan dampak positif maupun negatif. Lewat teknologi yang canggih, kita dapat melihat perkembangan negara lain melalui berbagai media yang ada, dan ini adalah dampak positif. Tetapi dampak negatif yang timbul juga ada, yakni tindak kejahatan bertambah. Salahsatunya: modus operandi yang dipergunakan oleh pelaku kejahatan di suatu tempat, dapat ditiru oleh seseorang untuk melakukan kejahatan.

 ——————————————–
Oleh : Astuti Marianti Tobing, ST
 ——————————————–
Seiring dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi yang canggih, maka modus operandi kejahatan masa kini dengan cepat dapat melintasi batas-batas wilayah dan negara.

Salah satu wujud dari kejahatan tersebut adalah kejahatan penyalahgunaan narkotika. Kejahatan yang tidak mengenal batasan wilayah dan batasan umur dan batasan kalangan. Kejahatan ini melalui jaringan management yang rapi serta dengan dukungan teknologi canggih masuk ke Indonesia sebagai negara transit dan bahkan negara tujuan perdagangan narkotika secara ilegal.

Pada kondisi inilah, orang tua harus benar-benar perduli dan bertanggung jawab penuh dalam melakukan pengawasan terhadap kemajuan teknologi, yang berpengaruh langsung kepada anak-anak.

Sebagai orang tua, tentunya kita tidak dapat menutup akses kemajuan teknologi dari anak apalagi jika anak dilihat mempunyai potensi yang besar untuk maju (IQ dan EQ yang tinggi). Bagian dari kemajuan teknologi yang bisa berdampak negatif bila tidak didampingi orang tua antara lain yaitu:

  1. Sosial Media

Bukan saja anak-anak yang ikut menikmati kecanggihan teknologi ini, orang tua sendiripun ketagihan dan membentuk komunitas sendiri. Bahkan di rumah saja, dalam satu meja makan misalnya ayah, ibu dan anak menikmati komunitas dan komunikasinya di media sosial. Sementara komunitas dan komunikasi keluarga di meja makan disia-siakan.

Penyusup dalam kejahatan penyalahgunaan narkotika bisa saja ada dalam sosial media anak, dengan wujud sebagai teman yang sejati dan pendengar setia anak.

Bilamana anak mengalami masa labil dan galau (istilah sekarang), tanpa pengawasan anak akan terjerumus dalam dalam penyalahgunaan narkotika. Di sinilah orang tua wajib mendampingi dan mengetahui siapa saja komunitas dari anak-anaknya. Buatlah anak sebagai teman.

Tidak salah jika orang tua menjadi bagian dari pergaulan anak. Anak akan merasa dipantau dan akan berhati-hati dalam memilih teman, dalam berkata-kata, dan dalam menampilkan jati dirinya di sosial media.

loading...