3 DITEMBAK, 3 NYERAH
Sindikat Spesialis Pencuri L300 Dibekuk
  • Dipublikasikan pada: May 19, 2017 Dibaca: 277 kali.

Maling spesialis mobil pick up-Ilustrasi


TAPUT, SUMUTPOS.CO – Tiga dari 6 kawanan sindikat pencuri spesialis mobil pick up L-3000, tersungkur ditembak petugas Polres Tapanuli Utara (Taput) dari lokasi berbeda.

Para tersangka adalah Rahmad Piliang (22) warga Kompleks Mesjid, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Taput; Togar Simorangkir (17) warga Gang Melati, Kelurahan Hutatoruan XI, Kecamatan Tarutung; Tommy Sianturi (26), warga Jalan Medan Simpang Korang, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar; Anton Kardo Panjaitan (30) warga Bah Tongguran Kiri, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar; Leo Siregar (50) warga Jalan Asahan Km 13, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun; dan Jhon Henderson Simanjorang (35) warga Desa Tanjung Beringin III, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

Kapolres Taput, AKBP Dudus Harley Davidson SIK didampingi Waka Polres, Kompol B Turnip dan Kasat Reskrim, AKP TP Butarbutar SH MH, dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolres Taput menjelaskan, penangkapan sindikat curanmor spesialis Mitsubishi Colt L 300 ini berawal dari laporan korban Sampe Simangunsong (38) warga Desa Sabungan Nihuta I, Kecamatan Sipahutar.

Dalam laporannya, korban mengaku kehilangan kendaraannya saat diparkir di teras rumah pada Selasa (7/3/2016) lalu. Kemudian korban Paima Tua Aritonang (54) warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan, Kota Medan, kehilangan kendaraannya pada Rabu (19/4/2017), ketika diparkir di depan mess karyawan PT Power Tech, Desa Lumban Siagian Jae, Kecamatan Siatas Barita, Taput.

Lalu, korban Risma Purba (50) warga kompleks Pajak Baru, Desa Simamora Kecamatan Tarutung, Taput. Ia kehilangan kendaraannya ketika diparkir di depan rumah.

AKBP Dudus Harley Davidson SIK menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan, keenam tersangka merupakan sindikat curanmor dan spesialis mengincar mobil Mitsubishi L 300 dan truk.

Menurutnya, masing-masing tersangka mempunyai peran dalam melakukan aksinya. Seperti tersangka Rahmad Piliang yang merupakan residivis karena telah 2 kali dipidana dalam kasus pencurian di Taput, dalam aksi mencuri mobil milik Paima Tua Aritonang, ia berperan membuka kunci mobil. Lalu, membawa mobil menuju kota Padang Sidimpuan, selanjutnya ke Rantau Parapat lalu menuju ke Kota Pematang Siantar.

Tersangka Togar Simorangkir berperan melihat situasi sekitarnya dan mendorong mobil keluar dari garasi. Tersangka Tommy Sianturi menjual mobil ke penadah berinisal SG yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO) di Pematang Siantar. Sementara Anton Kado Panjaitan yang ditangkap di Pematang Siantar berperan sebagai perantara penjual mobil kepada SG (DPO).

loading...