Terios Nikmati Kearifan Desa Budaya Sasadu
  • Dipublikasikan pada: Jul 19, 2017 Dibaca: 276 kali.

im Terios 7 Wonders – Wonderful Moluccas disambut kehangatan warga Desa Sasadu dengan Tarian Dabi-dabi.


JAILOLO, SUMUTPOS.CO – Hari ke-5, ekspedisi Terios 7 Wonders – Wonderful Moluccas mengajak peserta merasakan kearifan budaya Desa Sasadu di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Sebanyak 15 peserta ekspedisi baik, dari jurnalis, blogger dan tim Terios 7 Wonders, menggunakan 4 unit Terios R Adventure yang terdiri dari 1 Terios MT dan 3 Terios AT.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 176 kilometer, dengan rute Wasile – Sofifi – Jailolo, Tim Terios 7 Wonders – Wonderful Moluccas disambut kehangatan warga Desa Sasadu dengan Tarian Dabi-dabi. Tarian dilakukan oleh 2 perempuan dan 5 laki-laki desa Sasadu yang mengenakan pakaian adat. Kemudian tim diajak berkeliling oleh kepala adat, Thomas Salasa.

Tim Terios 7 Wonders “Wonderful Moluccas” melihat rumah adat Sasadu,yang bentuknya simpel dan unik. Rumah adat Sasadu diwariskan secara turun temurun kepada Suku Sahu di Halmahera Barat. Sasadu berasal dari kata Sasa – Sela – Lamo atau besar dan Tatadus – Tadus atau berlindung. Sasadu memiliki arti “berlindung di rumah besar”. Rumah ini digunakan untuk tiga acara besar, yaitu perkawinan, makan bersama saat musim panen sebagai rasa syukur, dan musyawarah desa.

Rumah panggung ini dibangun menggunakan bahan kayu sebagai pilar atau tiang penyangga dari batang pohon sagu dan anyaman daun sagu sebagai penutup atapnya. Rumah ini memiliki dua pijakan tangga yang terletak di sisi kiri dan kanan tanpa menggunakan paku, tetapi dengan bahan alami yaitu pasak kayu untuk memperkuat sambungan dan tali ijuk sebagai pengikat rangka atap.

Hari ke-5, ekspedisi Terios 7 Wonders – Wonderful Moluccas mengajak peserta merasakan kearifan budaya Desa Sasadu di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.


Rumah adat Sasadu tidak memiliki pintu dan sisi-sisinya tidak memiliki dinding penutup. Untuk memasuki rumah adat Sasadu, seseorang harus merunduk karena atap yang rendah. Hal ini memiliki makna penghormatan pengunjung tamu kepada tuan rumah. Bentuk rumah adat secara umum menggambarkan burung garuda berkepala dua yang sedang melindungi atau mengerami anaknya, dengan maksud melindungi masyarakat atau Suku Sahu.

Selesai berkeliling, Tim Terios 7 Wonder Wonderful Moluccas disuguhi minuman hasil produksi rumahan yang bernama Gurnas, yakni hasil fermentasi anggur, nanas dan gula aren.

Usai merasakan keramahtamahan Suku Sahu, tim ekspedisi Terios 7 Wonders – Wonderful Moluccas melanjutkan perjalanan lagi sejauh 144 km ke Tobelo di Halmahera Timur, untuk beristirahat, memulihkan tenaga untuk selanjutnya menyeberang ke P. Morotai esok harinya.

“Kami senang Sahabat Jurnalisdan Blogger menikmati perjalanan ke Desa Sasadu. Semoga perjalanan Wonderful Mollucas memberi kenangan tak terlupakan bagi peserta. Terios terbukti sebagai sahabat di perjalanan. Kami berharap, kearifan Desa Sasadu dapat menyebar keseluruh masyarakat Indonesia, ” ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor. (rel/mea)

loading...