ANTIHOAX
Ceker Ayam Konon Bikin Kanker, Benarkah?
  • Dipublikasikan pada: Jul 20, 2017 Dibaca: 279 kali.

Ceker ayam-Ilustrasi.


SUMUTPOS.CO – Grup chat yang diikuti perempuan sering kali menjadi sasaran penyebaran hoax. Contohnya, pesan berantai tentang kanker yang disebabkan mengonsumsi ayam broiler. Mulai kanker rahim hingga kanker payudara.

Pesan hoax mengenai bahaya ayam broiler terhadap kesehatan perempuan itu dibuka dengan cerita seorang perempuan yang menderita kista. Si perempuan diceritakan pergi ke dokter untuk melakukan operasi tumor yang penuh dengan darah. “Dan darahnya berwarna gelap,” tulis si pembuat pesan.

Setelah operasi, pasien perempuan itu ternyata tak sembuh. Penyakit yang sama kambuh lagi beberapa bulan kemudian. Nah, ketika konsultasi ke ginekolog, ternyata dokter menyatakan bahwa penyakit yang diderita si pasien itu disebabkan doyan makan sayap, leher, dan ceker ayam.

Dokter dalam cerita itu menyebutkan, ayam broiler sering menerima suntikan hormon pertumbuhan atau growth-hormone. Hormon itu disuntikkan ke sayap dan leher. Sementara itu, ceker ayam disebut sebagai tempat menimbun end product antibiotik dan turunan second hormonal. “Kegemaran makan sayap, leher, dan ceker ayam broiler menyebabkan penambahan sekresi hormon bagi perempuan,” ujar dokter dalam pesan tersebut.

Second hormonal yang ada dalam ceker ayam disebut akan terakumulasi menjadi toksin yang ujung-ujungnya menjadi karsinogen. Kesimpulannya, perempuan yang gemar ceker, leher, dan sayap sangat rentan kanker yang berkenaan dengan hormonal. Bisa kanker rahim, serviks, ataupun payudara.

Pembuat pesan juga menakut-nakuti dengan menyelipkan kalimat “Saat ini 80 persen perempuan memiliki fibroid/rahim dan mudah untuk mendapatkan kista coklat tersebut”. Lucunya, di akhir pesan diselipkan sejumlah kalimat rayuan agar si penerima menyebarkan informasi tersebut.

“Ketika Anda melihat pesan ini, apa yang akan Anda lakukan? Meneruskannya kepada teman dan keluarga di sekitar (terutama teman-teman perempuan). Atau mengabaikan dan skeptis?’’ Ada juga kalimat ’’Ekspektasi saya, jika di friend-list Anda ada ribuan teman, cukup 10 orang saja yang men-share ulang, sehingga minimal juga ada 10 orang yang baca.. Siapa tahu di kelipatan kesekian kalinya, ada yang tertolong. Karena Anda peduli.. Indahnya berbagi. Salam. dr Rosdiana Ramli SpOG”.

Dari penelusuran di search engine, dr Rosdiana Ramli SpOG yang namanya dicatut dalam pesan itu ternyata juga seorang penulis buku. Dia pernah menerbitkan buku “Cara Cepat Hamil’”. Jejak tulisan mengenai dr Rosdiana banyak mengenai program kehamilan. Bukan menulis tentang ayam broiler dan kanker.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Pusat dr Pudjo Hartono SpOG menyatakan, informasi tersebut tidak betul. “Kabar sayap dan ceker itu sudah lama dan ada bantahan dari organisasi profesi,” tuturnya. Dia khawatir, jika terus diedarkan, kabar bohong itu mengakibatkan dampak negatif kepada peternak dan pedagang ayam.

Bantahan juga diutarakan dr Hari Nugroho SpOG. Ahli kandungan RSUD dr Soetomo itu menuturkan bahwa kabar hoax tersebut sempat muncul tujuh tahunan lalu lewat broadcastBlackBerry Messenger (BBM). Menurut dia, tidak ada bukti ilmiah dari pernyataan tersebut. Tentu efeknya adalah menakut-nakuti saja.

Kanker, menurut Hari, merupakan penyakit yang multifaktor. Tidak hanya dari makanan. ’’Bisa disebabkan oleh keturunan dan gaya hidup. Faktor pastinya belum diketahui,’’ ucapnya.

Hari mengatakan, ada berbagai cara untuk mengurangi faktor risiko terjadinya kanker. Misalnya, kanker serviks. Dia menganjurkan untuk vaksin HPV. ’’Vaksin tersebut akan membentuk antibodi agar human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks bisa dihalangi,’’ ujarnya.

Selain itu, agar kanker atau masalah organ intim tidak bermasalah, Hari menyarankan untuk peduli dengan perubahan fisik. Jika ada perubahan, disarankan konsultasi kepada dokter yang kompeten. ’’Sebab, datang secara dini akan membantu menanggulangi agar tidak lebih parah,’’ tuturnya.

Faktanya, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) memastikan bahwa informasi ayam broiler penyebab kanker adalah hoax.(jpg/adz)
 

loading...