A Taste Of Indonesia, Ajak Wisman Sydney Cinta dan Kangen Kuliner Nusantara
  • Dipublikasikan pada: Aug 11, 2017 Dibaca: 286 kali.

Semua kuliner Indonesia yang lezat-lezat ditampilkan di Festival kuliner bertajuk “A Taste of Indonesia” di Shangrila Hotel Sydney, 4 – 12 Agustus 2017.


SYDNEY, SUMUTPOS.CO – Indonesia kembali menampilkan surga bagi kaum foodie, sebutan bagi pecinta dan penikmat makanan. Semua kuliner Indonesia yang lezat-lezat ditampilkan di Festival kuliner bertajuk “A Taste of Indonesia” di Shangrila Hotel Sydney, 4 – 12 Agustus 2017.

Menpar Arief Yahya menilai kuliner itu ampuh untuk mempromosikan Wonderful Indonesia di mancanegara. Pembandingnya sudah banyak. Thailand misalnya. Dengan Thai Cuisine, Negeri Gajah Putih itu mampu berlari lebih cepat menembus tourism di luar negeri. Vietnam, China, dan Malaysia pun ikut-ikutan menguasai pasar Australia lantaran kulinernya sudah menyebar ke se-antero Australia.

“Kebetulan kuliner Indonesia tidak kalah. Potensi kita besar, dan itu yang mulai kita jadikan alat untuk promosi destinasi kita,” tutur Menpar Arief Yahya, Rabu (9/8).

Soal kuliner sebagai “senjata utama” menggaet wisman, kata Menpar, itu masuk akal. Dia mengakui, teste, selera lidah, mekanan, bisa membuat orang ketagihan, jatuh cinta, dan kangen untuk mencari dengan jenis makanan itu lagi.

Dan citarasa kuliner Indonesia dijamin sangat oke. Presiden ke-44 Amerika Serikat Presiden Obama pernah mempopulerkan masakan khas Indonesia, sate, nasi goreng, emping, dan kerupuk. Dan di 2017 ini, CNN tak ragu menobatkan rendang Indonesia sebagai makanan nomor satu terenak di dunia. Nasi goreng di posisi nomor dua. Sementara Sate ada di posisi 14 makanan terlezat di dunia.

Berangkat dengan modal tadi, festival kuliner ‘A Taste of Indonesia’ pun dirancang dengan sangat oke. Semua warga Sydney akan diajak  untuk melihat dan mencicipi langsung kuliner Indonesia. “Kami membawa dua chef  dari Shangri-La Jakarta yang piawai mengolah masakan Indonesia,” timpal Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana.

Beragam penganan dari berbagai pelosok nusantara dipastikan ikut menyerbu Sydney. Dari mulai soto ayam, daging konro makassar, daging rendang, bebek betutu, ayam bakar jawa, telor balado, dan udang goreng sambal balado, semua ada.

Bahkan paket wisata ke sejumlah destinasi wisata Indonesia juga ikut dijual travel agen yang ikut partisipasi dalam acara tersebut. Di antaranya untuk tujuan Jakarta dan Bali. “Kita bisa langsung mempromosikan paket-paket wisata bahkan memasarkannya serta  mempromosikan WI kepada target pasar kita,” kata Pitana.

Beragam penganan dari berbagai pelosok nusantara dipastikan ikut menyerbu Sydney. Dari mulai soto ayam, daging konro makassar, daging rendang, bebek betutu, ayam bakar jawa, telor balado, dan udang goreng sambal balado, semua ada.


Pihak penyelenggara juga mempromosikan acara tersebut melalui media sosial termasuk mempromosikan makanan terfavorit di Jakarta dan Bali. Acara itu juga dimeriahkan dengan orkes gamelan Bali untuk menghibur pengunjung. Pada saat acara jamuan makan malam hadir para tamu dan tokoh penting dari  pemerintah setempat, komunitas, travel trade, travel media, dan asosiasi bisnis.

Harapannya, akan banyak masyarakat Australia yang menaruh minat besar terhadap Indonesia. Utamanya daya tarik kulinernya. “Kita targetkan Lebih dari 1000 orang ikut berpartisipasi dalm acara festival ini,” ujarnya
Target ini cukup realistis karena kuliner Indonesia memang sangat populer dan digemari masyarakat Australia khususnya di Sydney.

“Lihat saja di kawasan NZAC Parade. Banyak restoran yang menyajikan menu masakan khas Indonesia. Ada 10-an restoran Indonesia berjejer di sana. Ada Fajar Restaurant, Ayam Goreng, Penang Bistro, Indo Rasa, Sedap Rasa, Ubud Fine Dining, Pempek Palembang Clovelly dan nasi padang. Resto di sini tidak pernah sepi. Banyak warga Sydney menikmati beragam kuliner Indonesia, termasuk tentunya pelajar, mahasiswa dan pekerja asal Indonesia yang ada di Sydney” tuturnya.

Apa yang dilakukan Kemenpar adalah usaha untuk menjaga kecintaan dan kerinduan Australia terhadap Indonesia. ”Mereka punya kebiasaan makan bersama di luar dengan keluarga dan kerabatnya. Nah, dengan mencintai kuliner kita, mereka akan terus lebih sering ke Indonesia,” ujar Pitana. (rel)

loading...