• Twitter Perluas Kicauan Hingga 280 Karakter
Twitter Perluas Kicauan Hingga 280 Karakter
  • Dipublikasikan pada: Sep 28, 2017 Dibaca: 278 kali.

Foto: Reuters


SUMUTPOS.CO – Twitter sedang mencoba memperlebar batasan, dari sebelumnya hanya memuat 140 karakter kini menjadi 280 karakter, untuk memberi penggunanya ”ruang berekspresi yang lebih luas”.

Tapi, selama masa ujicoba, penambahan karakter hingga dua kali lipat tersebut hanya diberlakukan kepada segelintir pengguna.

Menuangkan pikiran dengan karakter yang terbatas rupanya ‘biang frustasi’. Demikian disampaikan platform media sosial tersebut lewat di sebuah postingan blog.

Di tengah melambatnya pertumbuhan Twitter, perubahan semacam ini diharapkan mampu menjadi daya tarik serta menjadi perhatian pengguna baru.

”Berpikir ekstra keras untuk memadatkan pikiran dalam satu Tweet, saya kira semua pernah menghadapi situasi semacam ini,” tulis manajer produk Twitter Aliza Rosen.

Menurut Rosen, saat ini Twitter juga mengujicobakan layanan baru tadi ke berbagai pengguna bahasa seperti Jepang, Cina, dan Korea yang selama ini bisa menyampaikan informasi lebih banyak dengan satu karakter.

”Kami paham, buat yang sudah memakai Twitter bertahun-tahun ada kedekatan emosional tersendiri dengan teks 140 karakter. Kami merasakannya juga.”
”Tapi kami sendiri sudah mencoba Twit yang lebih panjang, ada peluang yang berbeda dan kami jatuh cinta dengan format baru yang tetap singkat dan terbatas ini,” kata dia.

Pendiri Twitter Jack Dorsey adalah salah satu pengguna yang sudah menjajal Twitter dengan batasan 280 karakter tersebut. ”Perubahannya kecil, tapi ini satu langkah besar buat kami,” kata dia.

Tapi tidak semua pengguna bisa diyakinkan. Buat penulis Sarah Kendzior, pesan teks 280 karakter itu kepanjangan.

Dan, jurnalis The Times Sathnam Sanghera mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump yang terkenal rajin berkicau di Twitter seharusnya memanfaatkan tambahan karakter ini.

Tapi, menurut Twitter bukan berarti dengan adanya penambahan karakter maka orang semakin jarang berkicau.

“Saat mereka tidak harus memadatkan pikiran dalam teks 140 karakter, mereka lebih leluasa dan semakin banyak orang yang menggunakan Twitter,” kata Rosen. (bbc)

loading...
TAGS :