Honor Syahrini Rp100 Juta Sekali Unggah di Instagram, Bagaimana Hitungannya?
  • Dipublikasikan pada: Oct 12, 2017 Dibaca: 308 kali.

Foto: Instagram/PrincesSyahrini
Akun Instagram resmi Syahrini memiliki 19,3 juta pengguna.


SUMUTPOS.CO – Angka Rp100 juta sebagai honor bagi penyanyi Syahrini untuk sekali unggah dalam mempromosikan suatu layanan atau merek di Instagram baru-baru ini terungkap.

Dalam pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri terkait kasus penyelewengan dana jemaah First Travel, Syahrini mengatakan bahwa dia tidak menerima aliran dana atau diberangkatkan oleh agen perjalanan itu namun membayar sendiri dengan tarif reguler, meski kemudian mendapat pelayanan VVIP.

“Posting di Instagram itu, setahu aku dari manajemen, satu kali Syahrini posting itu Rp 100 juta. Kalau ikon setahu aku dari manajemen itu Rp1 miliar,” katanya pada wartawan usai pemeriksaan pada Senin (09/10).

Menurut manajer Syahrini, Aisyahrani, harga Rp100 juta itu untuk satu kali posting atau mengunggah dalam waktu satu hari.

Dia juga menambahkan bahwa seharusnya, mereka mendapat uang Rp3,4 miliar. Perhitungannya, dengan honor Rp100 juta satu kali posting kali 12 hari kali dua dan biaya menjadi wakil brand sebesar Rp1 miliar.

Bareskrim sendiri sampai sekarang masih menelusuri dan mencocokkan keterangan Syahrini tersebut dengan keterangan pemilik First Travel Andika dan Anniesa Hasibuan, yang sudah menjadi tersangka. Namun percakapan yang muncul di media sosial adalah besarnya honor sekali unggah di Instagram Syahrini.

Dari mana angkanya?

Instagram pesan oleh princessyahrini


Meski angka Rp100 juta itu cukup memancing pertanyaan soal pembayaran pajaknya, yang juga menarik adalah bagaimana perhitungan honor tersebut muncul?
Menurut Jerry Justianto, dosen pasca-sarjana pemasaran strategis internet serta pemasaran kreatif digital di Universitas Binus International, angka tersebut adalah “harga bubble”.

“Karena Syahrini itu hanya seorang selebritis kan? Kalau dia taruh di Instagramnya, itu bukan seperti kalau dia disewa sebuah brand untuk meng-endorse, dibuat iklan TV-nya, itu beda. Tapi kalau untuk produk yang numpang lewat harus membayar segitu, itu pembenarannya agak sulit,” kata Jerry.

“Kalau ditanya harga yang wajar berapa dan bagaimana cara menghitungnya (untuk harga mengunggah di Instagram), itu masih sangat subjektif. Harganya masih emotional price,” kata Jerry.

Namun, menurut Jerry, Instagram, jika dibandingkan dengan media sosial lain, memang lebih efektif dalam memberikan keterpaparan suatu produk terhadap pengikut seorang selebgram.

“Kalau Syahrini bilang segitu, saya masih percaya. Beberapa buzzer mengambil keuntungan itu, karena untuk beriklan, brand nggak punya pilihan media sosial lain yang lebih kredibel di saat ini,” kata Jerry, sehingga mau tidak mau pengiklan pun mengikuti harga emosional yang ditetapkan oleh sosok selebgram seperti Syahrini.

Tetapi apakah uang para pengiklan itu akan terbelanjakan dengan baik di akun Instagram resmi Syahrini, yang memiliki 19,3 juta pengikut?
Jerry menyimpulkan bahwa jika ada pengiklan yang mendekati Syahrini dan membayar honor fantastis tersebut agar dia membantu promosi di akun Instagramnya, maka Jerry menganggap mereka bukan pengiklan yang tertarik dengan kampanye jangka panjang atau terencana.

“Itu bukan kampanye (pemasaran) yang terencana dengan baik,” kata Jerry. (VOA)

loading...