Berharap Jokowi Kunjungi Gerbang Tol Helvetia
  • Dipublikasikan pada: Oct 13, 2017 Dibaca: 324 kali.

Foto: Teddy Akbari/Sumut POs
Jalan tol Medan-Binjai, dengan pintu gerbang Helvetia akan bisa digunakan mulai awal Oktober.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ruas jalan tol Medan-Binjai yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (13/10), belum rampung 100 persen. Pasalnya, masih banyak yang harus dibenahi, termasuk Seksi 1 Tanjungmulia yang masih terganjal pembebasan lahan.

Jalan Tol Medan-Binjai merupakan proyek strategis nasional yang termasuk dalam ruas Tol Trans Sumatera. Berdasar pantauan wartawan Sumut Pos, pintu keluar gerbang Tol Binjai sudah baik. Marka dan pembatas jalan sudah terpasang.

Namun berbeda dengan pintu keluar Gerbang Tol Helvetia. Pembatas jalan belum seutuhnya terpasang, meski masing-masing sudah ada berdiri di jarak berkisaran 100 meter.

Manager Proyek PT Hutama Karya (HK), Hestu Budi menolak diwawancarai di pintu Gerbang Tol Helvetia. Meski demikian, dia mengarahkan kepada pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Paul Halomoan.

Paul menyatakan, PT HK yang membangun dan mengelola salah satu ruas Jalan Tol Trans Sumatera itu berharap agar RI 1 mendatangi acara yang digelar mereka di Gerbang Tol Helvetia.

“Lagi diusahakan di sini juga. Ya, awalnya teleconference. Mereka (PT HK) minta, punya hak juga. Mudah-mudahan mereka diterima sama Pak Presiden. Tinggal waktunya saja, kalau waktunya masih cukup, ya dua-duanya. Di Kualanamu sudah. Di sini kita siapin juga,” kata Paul.

Menurut dia, secara fisik 100 persen dua seksi Jalan Tol Medan-Binjai sudah dinyatakan siap beroperasi. Menurut dia, yang masih terkendala di seksi 1.”Kalau ini-ini kurang sedikit, ya biasalah,” katanya.

Terkait polemik uang elektronik, kata dia, hal itu biasa. Ya, pengguna jalan bebas hambatan Medan-Binjai tidak lagi menggunakan uang tunai. Menurut dia, nantinya seluruh ruas jalan tol se Indonesia tidak lagi menggunakan uang tunai. “Kemungkinan kehilangannya kecil, penyimpangan apapun juga. Kalau sudah Tap Cash, lebih cepat. Terakhir nanti, 30 Oktober,” ujarnya.

Menurut dia, ada lima bank yang sudah menjalin kerjasama untuk kartu uang elektronik ini. Para perbankan itu akan memberikan secara gratis Tap Cash tersebut.

Menyikapi gugatan warga terkait lahan di Seksi 1, dia mengaku hal itu lumrah. “Semua boleh saja (menggugat), kita tinggal lihat administrasinya. Siapa yang bener punya tanah itu. Di BPN kan tetap 1, inilah belum tahu,” katanya lagi.

Ditanya target waktu pengerjaan di Seksi Tanjungmulia akan kembali dimulai, dia tak dapat memastikannya. “Intinya begitu bebas, kami kerja. Kalau enggak bebas, kami enggak kerja,” ujarnya diplomatis. (ted/fac/gus/adz)

loading...