Curanmor Didor
  • Dipublikasikan pada: Oct 13, 2017 Dibaca: 292 kali.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PELAKU BEGAL:Petugas kepolisian mengangkat salah seorang tersangka pelaku kejahatan jalanan (Begal) saat gelar kasusu di RS Bhayangkara Medan, belum lama ini.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap polisi. Ketiganya adalah Tua Panjaitan (37), warga Jalan Bromo, Gang Kurnia, No. 10, Ayub Khairudin Nasution (22), warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria dan Rony (37). Sedangkan kaki kanan Tua Panjaitan, tepatnya di bagian betis, terpaksa ditembak petugas karena melawan.

Mereka tertangkap ketika petugas yang sedang patroli melihat ada 2 orang dengan gelagat mencurigakan di areal parkir Hotel Garuda Plaza, Jalan SM Raja, Medan, mereka Tua Panjaitan dan Ayub khairudin Nasution.

Keduanya tengah beraksi mencuri sepedamotor Suzuki Satria FU milik M Thamrin, salah seorang pekerja hotel.

Petugas pun langsung meringkus keduanya. Saat digeledah, ditemukan barang bukti berupa 2 kunci letter T, Rabu (11/10) pagi itu.

“Dari kasus ini, kita lakukan pengembangan. Karena dari hasil interogasi, pelaku Tua Panjaitan ini mengaku kalau dia pernah melakukan aksi pencurian serupa dengan rekannya yang lain. Korban lain atas nama Sahrul, juga membuat laporan ke kita dengan No. LP/906/X/2017/ Sek Medan Kota. Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya di Jalan Brigjen Katamso, Komplek IBC, No.45, Kelurahan Suka Raja,” kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing, Kamis (12/10)
Dari hasil pengembangan itu, sambung Martuasah, tepat jam 10.00 WIB, personelnya membekuk 1 pelaku lainnya, Rony di Jalan Warni, Kelurahan Suka Raja. Bersamaan dengan itu, petugas menyita 1 unit sepedanotor Yamaha Jupiter MX karena diduga merupakan hasil kejahatan. Saat diinterogasi, Rony kembali mengakui kalau dia dan Tua Panjaitan juga pernah beraksi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Komplek Tomang Elok.

“Kita interogasi tersangka Rony ini dan dia mengaku juga pernah mencuri kereta di Komplek Tomang Elok. Kita lanjutkan pengembangan ke komplek itu,” tutur mantan Kanit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan Ini.

Nah di sinilah kaki kanan tersangka, Tua Panjaitan tertembus pelor polisi. Saat tengah pengembangan, tiba-tiba Tua Panjaitan berusaha melarikan diri dengan melawan petugas.Kaki kanan Tua Panjaitan, tepatnya di bagian betis, mengucurkan darah segar ditembus timah panas petugas. (dvs/ila)
 

loading...