ZEBRA TOBA 2017
Pelanggaran Naik, Laka Menurun
  • Dipublikasikan pada: Nov 11, 2017 Dibaca: 288 kali.

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Petugas Satlantas Polrestabes Medan memberhentikan pengendara untuk melihat kelengkapan surat kendaraan, Selasa (1/11).


MEDAN, SUMUTPOS.CO -Memasuki hari ke-9 Operasi Zebra Toba 2017, masih terjadi peningkatan jumlah pelanggaran, Jumat (10/11). Baik tindakan langsung (Tilang), teguran dan barang bukti.

Hasil rekap yang dilakukan Polda Sumut di seluruh jajaran, Tilang tahun ini berjumlah 3.178 set. Naik 70 persen dibanding tahun kemarin, sebesar 1.896 set.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Nainggolan mengatakan, jumlah teguran pada tahun 2017 sebanyak 512 set. Naik 42 persen (361 set) dari tahun 2016. Sementara, barang bukti yang disita seperti SIM, STNK dan kendaraan juga demikian.

“Untuk SIM tahun 2017 sebanyak 1.071 lembar. Naik 55 persen dari tahun 2016 sebanyak 689 lembar. Kemudian STNK pada tahun 2017 sebanyak 1.708 lembar, naik 81 persen dari 945 lembar,” tutur Nainggolan, Jumat (10/11).

“Kemudian kendaraan sebanyak 399 unit. Naik 70 persen dari tahun 2016 yang terdata 235 unit,” sambungnya.

Sementara, untuk jenis kendaraan yang melanggar mobil bus mendominasi peningkatan pelanggaran. Terdata ada 62 unit bus melakukan pelanggaran. Angka ini meningkat 138 persen dari tahun 2016, sebanyak 26 unit.

“Selanjutnya sepedamotor sebanyak 2.444 unit, meningkat 68 persen dari tahun 2016 sebanyak 1.455 unit. Mobil penumpang 421 unit, meningkat 91 persen dari 2016 sebanyak 220 unit. Terakhir mobil barang sebanyak 249 unit, meningkat 48 persen dari tahun 2016 sebanyak 168 unit,” bebernya.

Sementara, dari segi pekerjaan pelaku di tahun 2017, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI kompak naik. Pada hari ke-9 ini, terdata 201 orang ASN melanggar aturan.

Angka itu meningkat 60 persen dari tahun 2016 yang terdata sebanyak 126 orang. Sementara, personel TNI terdata 10 orang melakukan pelanggaran. Naik 400 persen dari tahun lalu yang cuma 2 orang.

“Sementara karyawan/swasta pada tahun ini sebanyak 1484 orang meningkat 42 persen dari tahun lalu sebanyak 1.042 orang. Pelajar mahasiswa terdata 685 orang, meningkat 134 persen dari tahun lalu sebanyak 293 orang,” tukasnya.

Kemudian, untuk kejadian kecelakaan lalulintas (Laka Lantas) menonjol terpantau nihil pada operasi kali ini. Untuk Laka biasa, ada 3 peristiwa pada tahun ini. Angka ini menurun 25 persen dari tahun lalu yang terdata 4 kasus.

“Korban Laka meninggal dunia tahun ini terdata nihil menurun 100 persen dari tahun lalu sebanyak 1 orang. Korban luka ringan terdata ada 4 orang menurun 20 persen dari tahun lalu sebanyak 5 orang. Untuk kerugian materil pada hari 9 tahun ini sebesar Rp3.500.000 menurun 22 persen dari tahun lalu sebesar Rp4.500.000,” pungkas Nainggolan.(dvs/ala)

loading...