WARGA AUR LOMBA RAKIT HIAS DARI BATANG POHON PISANG
Arungi Sungai Sambil Pungut Sampah
  • Dipublikasikan pada: Nov 13, 2017 Dibaca: 290 kali.

Foto: M Idris/Sumut Pos
Salah satu peserta yang ikut mengarungi Sungai Deli pada lomba rakit hias, Minggu (12/11).


SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Kampung Aur atau Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun, mengikuti lomba rakit hias di Sungai Deli, Minggu (12/11). Lomba tersebut digelar oleh Sanggar Perkasa.

Sekretaris Panitia, Arsini mengungkapkan, lomba tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November, sekaligus juga HUT Sanggar Perkasa.

“Diadakannya lomba merakit hias dengan mengarungi aliran Sungai Deli bertujuan agar masyarakat menjaga kelestarian sungai tersebut. Untuk itu, pemerintah harus tahu bahwa sungai itu merupakan ikon masyarakat Kota Medan yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya disela-sela acara.

Dia menyebutkan, peserta yang mengikui lomba ini sekitar 15 tim. Tak hanya Kampung Aur, masyarakat umum lainnya juga ikut ambil bagian seperti warga Medan Johor, Medan Marelan, Medan Amplas, Medan Helvetia, mahasiswa, hingga komunitas lingkungan.

“Lomba rakit tahun ini merupakan yang kelima kalinya diselenggarakan. Diharapkan para peserta semakin cinta dan peduli terhadap kelestarian serta kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Panitia Pelaksana, Majid menjelaskan, dalam lomba ini para peserta merakit sampan yang terbuat dari batang pohon pisang. Kemudian, menghiasnya sebagus mungkin dengan menggunakan berbagai atribut.

Selanjutnya, mengarungi sungai yang dimulai dari Avros dan berakhir di Jembatan Jalan Soepraprto.”Penilaian yang dilakukan terhadap para peserta terutama faktor keselamatan, keunikan dalam menghias rakit dan himbauan melalui atribut yang dipasang. Bagi pemenang juara 1, 2, 3, harapan 1, 2, dan 3, akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, piala, sertifikat dan bingkisan menarik,” sebut dia.

Dikatakannya, tak hanya mengarungi sungai, para peserta juga diwajibkan mengutip sampah.

“Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, panitia bekerja sama dengan BPBD Kota Medan dan Sarpras Medan Maimun. Selain itu, kita juga menempatkan beberapa panitia atau tim penyelamat di titik rawan. (ris/ila)
 

loading...