Robert Mugabe Akhirnya Pilih Mundur sebelum Dimakzulkan
  • Dipublikasikan pada: Nov 22, 2017 Dibaca: 288 kali.

Robert Mugabe


HARARE, SUMUTPOS.CO – Akhirnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe lengser, setelah berkuasa selama hampir empat dekade.

Tekanan dari militer, parlemen, publik, sampai negara-negara tetangga membuatnya memutuskan mengundurkan diri.

“Saya, Robert Gabriel Mugabe, berdasarkan pasal 96 konstitusi Zimbabwe, dengan ini secara resmi mengajukan pengunduran diri,” ujar Ketua Parlemen Zimbabwe Jacob Mudenda membacakan surat pengunduran diri Mugabe di Harare, Selasa (21/11) malam.

Pemerintahan Mugabe sebenarnya sudah kehilangan kuasa sejak sepekan yang lalu, ketika militer melancarkan kudeta. Menteri-menteri dan pejabat lainnya yang dianggap loyal kepada Mugabe ditangkapi.

Sang presiden bersama ibu negara Grace Marufu pun sempat jadi tahanan rumah. Namun, pria 93 tahun itu masih menolak untuk mundur.

Tekanan menjadi terlalu berat setelah Mugabe ditinggal kendaraan politiknya. Pada Minggu (19/11), dia ditendang partai ZANU-PF dari kursi ketua umum.

Demonstrasi besar-besaran meminta Mugabe pergi pun pecah di seantero Zimbabwe akhir pekan lalu.

Pukulan yang akhirnya membuat Mugabe KO datang kemarin. Dimotori ZANU-PF, Parlemen Zimbabwe menggelar sidang pemakzulan. Proses masih berjalan ketika Mugabe mengundurkan diri. Lahir di Kutama, 21 Februari 1924, Mugabe awalnya adalah seorang guru dan baru terjun ke politik pada 1960. Satu dekade kemudian dia memimpin perjuangan kemerdekaan Zimbabwe.

Mugabe menjabat perdana menteri sejak 1980, sampai jabatan tersebut dihapus melalui amandemen konstitusi tujuh tahun kemudian. Mugabe kemudian terus berkuasa selama 30 tahun sebagai presiden.

Seperti diktator-diktator lainnya sepanjang sejarah peradaban, Mugabe menggunakan cara-cara busuk untuk melanggenkan kekuasaan. Dia membungkam lawan-lawannya dan melakukan berbagai kecurangan untuk menang pemilu.

Mugabe juga bertanggung jawab atas hancurnya ekonomi Zimbabwe. Tujuh dari sepuluh penduduk negara di bagian selatan benua Afrika itu hidup dalam kemiskinan. (dil/jpnn)

loading...