Edy Mundur dari Pangkostrad
  • Dipublikasikan pada: Dec 6, 2017 Dibaca: 429 kali.

Letjen TNI Edy Rahmayadi saat menjadi komandan upacara beberapa waktu lalu.


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Teka-teki Letjen TNI Edy Rahmayadi meramaikan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 mendatang akhirnya terjawab sudah. Hal itu dipastikan setelah dia resmi mengundurkan diri dari Pangkostrad.

Pengunduran diri mantan Pengdam I/BB tersebut berbarengan dengan jelang berakhirnya masa jabatan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Edy memilih pensiun dari TNI dan fokus menghadapi Pilgubsu 2018.

Pengunduran diri ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI No. Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Betul (mundur dari Pangkostrad). Kan mau Gubernur,” kata Edy seperti dilansir laman Kumparan, Selasa (5/12). Posisi Edy akan digantikan oleh Mayjen TNI Sudirman yang saat ini menjabat sebagai Asops KSAD.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu memutuskan mundur lebih cepat, karena ingin fokus menghadapi Pilgubsu. “Doain ya,” imbuh dia.

Edy merupakan lulusan Akademi Militer Tahun 1985. Sejumlah jabatan strategis pernah dijabatnya. Di antaranya, Asops Kasdam Iskandar Muda, Danrem 174/Anim TI Waninggap, Pangdivif I Kostrad, Pangdam I/Bukit Barisan, hingga yang terakhir menjadi Pangkostrad.

Saa menjabat sebagai Pangdam I/BB, Edy berkali-kali mengeluhkan dengan kemajuan Sumatera Utara. Untuk itu, dia berambisi untuk memperbaiki kampung halamannya tersebut.

Dan, rencana Edy untuk maju pada Pilgubsu 2018 mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk partai politik. Hingga kini sudah empat parpol menyatakan dukungan kepada Edy. Parpol tersebut adalah Hanura, PKS, Gerindra, dan PAN.

“Melalui keputusan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, maka ditetapkan Letjend Edy Rahmayadi menjadi calon Gubsu pada Pilgubsu 2018 mendatang. Untuk pasangan nya, masih akan dibahas,” ucap Sekjen DPP Partai Gerindra H Ahmad Muzani di Medan, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, Provinsi Sumut membutuhkan pemimpin yang bersih melihat problem-problem yang ada. “Kita butuh pemimpin yang tegas dan masyarakat membutuhkan itu dalam menyatukan banyak pendapat. Keputusan DPP ini kami harap diterima dengan lega masyarakat Sumut dan mengakhiri semua spekulasi dan pertanyaan,” katanya. (bbs/azw)
 
 

loading...