MINTA HENTIKAN OPERASI TAKSI ONLINE
Hari Ini, 10 Ribu Angkutan Massal Mogok
  • Dipublikasikan pada: Dec 13, 2017 Dibaca: 276 kali.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
RAZIA ANGKUTAN BERBASIS ONLINE_Petugas Dinas Perhubungan kota Medan dibantu dengan petugas Polisi melakukan razia kendaraan angkutan berbasis online didepan Stasiun Besar Kereta Api Medan, beberapa waktu lalu.   Hari ini sedikitnya 10 ribu unit angkutan massal dari berbagai macam perusahaan mogok beroperasi menuntut agar pemerintah daerah memberhentikan taksi online, dan memblokir aplikasi online yang tidak taat peraturan. 


MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sedikitnya 10 ribu unit angkutan massal dari berbagai macam perusahaan seperti PT Rahayu Medan Ceria (RMC), KPUM, CV Medan Bus, PT U Morina, PT Nasional dan PT Mars akan mogok beroperasi pada hari ini, Rabu (13/12). Mereka menuntut agar pemerintah daerah memberhentikan taksi online, dan memblokir aplikasi online yang tidak taat peraturan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (12/12) membenarkan ihwal aksi mogok massal ini. “Disamping nanti anggota Organda Medan, juga ada dari Deliserdang. Melihat aksi yang bakal dilakukan ini, teman-teman dari Deliserdang kemungkinan ikut bergabung untuk sama-sama menyuarakan tuntutan seputar operasional taksi online ini. Jadi sedikitnya ada 10 ribu unit lebih kenderaanlah yang bakal mogok massal, termasuk AKDP,” katanya.

Organda meminta sikap tegas pemda untuk mengakomodir tuntutan mereka. Jika dalam dua jam tuntutan tersebut tidak diakomodir, upaya selanjutnya pihaknya akan melakukan blokade Jalan Diponegoro dan Jalan Sudirman Medan. “Aksi ini akan berlanjut terus dalam beberapa hari. Kawan-kawan sudah siap perang melawan taksi online ini. Tapi kalau tuntutan kami dapat dipenuhi dalam tempo satu atau dua jam, kami akan minta kawan-kawan beroperasi kembali,” katanya.

Namun jika dalam rentang waktu tersebut pihaknya tidak mendapat penegasan sikap pemerintah atas operasional taksi online, maka Jalan Sudirman dan Jalan Diponegoro akan mereka blokade. “Nantinya kami tunggu di kantor saja. Karena inikan baru (aksi) tahap pertama. Kita mau tunggu respon pemerintah seperti apa melalui surat yang kami kirimkan. Kalau tidak putus juga, maka kami pastikan kedua jalan tersebut sebagai terminal,” katanya.

Pihaknya pun meminta maaf atas aksi mogok massal yang dilakukan. Sebab tidak bisa melayani masyarakat seperti biasa. Apalagi sampai terjadi aksi blokade bila tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi pemerintah. “Kami pun tidak mau hal ini terjadi. Kami harapkan masyarakat bisa memahami kondisi ini dan mendoakan perjuangan kami,” katanya.

Sikap tegas pemerintah menjadi poin penting atas tuntutan kalangan perusahaan angkutan massal di Medan. Sebab sejak 2015 hingga sekarang, jenis angkutan ini menunjukkan keperkasaannya kepada Pemerintah Indonesia.

loading...