Gubernur Gelar Pertemuan Pariwisata Berbasis Geopark
48 Dubes Didatangkan ke Danau Toba
  • Dipublikasikan pada: Dec 18, 2017 Dibaca: 278 kali.

“Kenapa berbasis Geopark, karena nilainya lebih dari sekadar wisata. Sebab Geopark sudah tentu akan mendukung pariwisata, namun pariwisata belum tentu berbasis Geopark. Ada nilai ilmiah dari proses pembentukan Kaldera Toba, dimana di dalamnya banyak hal yang bisa dijelaskan, seperti proses terbentuknya Danau Toba dengan bukti batuan yang diteliti, berusia ratusan ribu tahun, kemudian budaya dan lainnya,” sebut Hidayati.

Kepala Bappeda Sumut Irman juga menyampaikan optimisme atas upaya promosi yang dilakukan Pemerintah Provinsi dua tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran duta besar dari negara-negara sahabat, akan membuat Danau Toba tersosialisasikan kondisi objektif yang aman damai dan potensial.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo menyebutkan pengembangan pariwisata Danau Toba adalah dengan memberikan pemahaman tentang tiga hal yakni pariwisata, perekonomian dan penanaman modal. Ketiganya kemudian disebut sebagai sebuah lingkaran yang saling berkait.

“Untuk pengembangan ini, kota perlu pahami konsep TTI, yaitu tourism, trade dan investment. Jadi tourism itu entri poin utama, karena paling mudah, sudah ada danaunya. Tentu setelahnya, ini akan dekat dengan market seperti yang terdekat Singapura dan Malaysia. Jadi kalau tourism maju, akan mendongkrak trade dan investasi,” sebut Arie.

Pertemuan tersebut juga diisi kegiatan pameran pakaian adat, tarian adat serta musik tradisional Batak. Para duta besar yang hadir juga menikmati suguhan kuliner serta iringna musik dari Sweet Amor. Hadir diantaranya Kadisbudpar Elisa Marbun, Kadishut Harlen Purba, Staf Ahli Gubernur Binsar Situmorang serta sejumlah pejabat. (bal/adz)

loading...