Diberi Armada Rusak, Sampah Tak Terangkut
  • Dipublikasikan pada: Jan 11, 2018 Dibaca: 287 kali.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MENUMPUK_Beberapa kendaraan di samping sampah yang menumpuk di Jalan AR Hakim Medan, Rabu (10/1) Truk pengangkut sampah milik dinas kebersihan rusak dan mengakibatkan menumpuk nya sampah di beberapa wilayah kota Medan.


SUMUTPOS.CO – Rusaknya armada sampah di kecamatan, mengakibatkan tumpukkan sampah masih terlihat di wilayah Kota Medan. Seperti di Jalan Aman dan Jalan Kasuari, Kecamatan Medan Sunggal, tumpukkan sampah di pinggir jalan masih terlihat. Informasi yang diperoleh dari warga setempat, sudah berhari-hari sampah di sana tidak diangkut oleh petugas.

Amatan wartawan, tumpukkan sampah terjadi dalam sebuah wadah yang sudah ada. Bahkan dari wadah yang ada tersebut, tampak tak mampu menampung tumpukkan sampah yang semakin banyak. Itu artinya memang sudah berhari-hari sampah di sana tidak diangkut petugas. “Sudah lebih kurasa dari dua hari sampah-sampah di situ tidak diangkut,” kata Edi, warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, akibat kondisi tumpukkan sampah yang tak kunjung diangkut itu, menjadikan kawasan tersebut menjadi jorok dan kumuh. Bahkan aroma tak sedap dari tumpukkan sampah, terasa mengganggu saat melintas di wilayah tersebut.

“Padahalkan dikutip retribusi sampah setiap bulan, tapi kenapa tidak diangkut. Sebagai masyarakat kita sangat terganggu dengan pemandangan seperti itu,” keluh dia.

Camat Medan Sunggal, Indra Mulia Nasution saat dikonfirmasi mengakui tumpukkan sampah di wilayah kerjanya disebabkan kendaraan pengangkutan sampah bermasalah. Kendaraan pengangkutan sampah yang diserahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan kepada mereka dalam kondisi rusak.”Kendaraan yang diberikan kepada kami rusak semua. Tidak bisa jalan. Mulai dari 1 unit truk, dua amrol, 8 tiper rusak semua,” ungkapnya.

Indra menjelaskan, saat ini pengangkutan sampah dilakukan dengan becak dorong. Tentunya pengangkutan sampah menjadi tidak maksimal, mengingat muatan becak dorong dengan sampah milik masyarakat tidak sebanding.

“Cuma itulah yang bisa kami siasati dan gunakan sekarang. Makanya tidak maksimal. Mau bagaimana lagi. Anggaran perbaikan baru tahun ini dianggarkan dan itu pun belum bisa digunakan karena masih dikoreksi di Pemprovsu,” jelasnya.

Dia menambahkan, becak dorong tersebut dibantu dengan pick up milik kecamatan. Namun, pick up kecamatan ini tidak bisa terlalu diandalkan karena terus berkeliling untuk menyisir tumpukkan sampah di kawasan lain.”Pick up kecamatan tidak bisa diandalkan karena beroperasi mengatasi tumpukkan sampah di kawasan lain. Tidak hanya di Kasuari dan Jalan Aman saja, tapi di wilayah lain juga,” pungkasnya. (prn/ila)
 

loading...