Tiga Paslon Jalani Tes Kejiwaan
Dokter: Gugup di Awal, Cerita di Akhir
  • Dipublikasikan pada: Jan 12, 2018 Dibaca: 276 kali.

Untuk itu, kembali Ramlan mengingatkan untuk berpuasa mulai Kamis (11/1) pukul 22.00 WIB, hanya boleh minum air putih dan minum dua gelas air putih pada Jumat (12/1) pagi, sebelum berangkat ke RSUP H Adam Malik. Dikatakan Ramlan, itu untuk pemeriksaan lanjutan, meliputi USG perut, periksa darah, periksa penyakit dalam dan urine oleh pihaknya dan juga oleh pihak BNN.

Amatan Sumut Pos, sekira pukul 11.30 WIB, Paslon JR Saragih dan Ance keluar dari ruangan Instalasi Eksekutif. Paslon yang mengenakan stelan training dilapis jaket itu, dikawal petugas keamanan RSUP H Adam Malik, menuju Instalasi Radiologi untuk dilakukan Foto Thorax. Terlihat, di depan pintu Instalasi Radiologi, seorang security berjaga. Hanya pasien dan petugas rumah sakit yang berkepentingan yang boleh masuk. Sekira pukul 11.45 WIB, Paslon JR-Ance keluar dari Instalasi radiologi dan kembali ke ruangan Instalasi Eksekutif.

Setelah JR-Ance, giliran Djarot-Sihar yang keluar dari ruangan Instalasi Eksekutif, menuju Instalasi Radiologi. Selanjutnya, sekira pukul 14.15 WIB, Paslon Edy-Ijeck yang keluar dan menuju Instalasi Radiologi. Sekira pukul 14.30 WIB, Paslon Edy-Ijeck keluar dari Instalasi Radiologi, untuk kembali ke ruang Instalasi Eksekutif. Namun, di depan pintu Instalasi Radiologi, Paslon Edy-Ijeck dihadang sejumlah pekerja mengenakan pakaian warna biru, bertuliskan PT Jafri Sentosa dan CB A B Enginering Maintanance AC, meminta foto bersama dan selfie. Menanggapi hal tersebut, Paslon Edy-Ijeck memenuhi permintaan itu.

Sekira pukul 14.45 WIB, Edy-Ijeck keluar dari Instalasi Eksekutif, untuk meninggalkan RSUP H Adam Malik. Namun sebelumnya, keduanya menemui wartawan yang sudah menunggu. Edy mengaku dirinya dan Ijeck mulai menjalani pemeriksaan mulai pukul 08.00 WIB. Pemeriksaan dimulai dengan tes psikologi, baik tertulis dan wawancara sekitar 1 jam. Dikatakannya, inti dari tes psikologi itu, adalah seputar motivasi untuk menjadi seorang leader.

“Berikutnya, saya menuju pemeriksaan jantung, EKG, treatmel. Kemudian kami menuju ke rontgen paru-paru. Namanya periksa kesehatan, ya gitu saja. Katanya tidur, kita tidur, katanya duduk, ya kita duduk, kita tidak tahu apa yang terjadi, ” sambung Edy.

Untuk wawancara, Edy mengaku ditanya kenapa dirinya mau jadi gubernur, bagaimana mengatasi pertanyaan-pertanyaan wartawan serta pertanyaan lainnya yang berjumlah 200 pertanyaan lebih. Dikatakannya, dirinya menjawab bagaimana agar kita bersama-sama dan bersama rakyat Sumatera Utara, memulihkan Sumatera Utara dan menjadikan Sumatera Utara bermartabat.

loading...