Dua Pencuri Mobil Nyaris Tewas Dimassa
  • Dipublikasikan pada: Jan 12, 2018 Dibaca: 289 kali.

Foto: Fachril/Sumut Pos
Kedua pelaku pencurian mobil yang sekarat dievakuasi polisi ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani perawatan.


SUMUTPOS.CO – Dua pencuri mobil pikap nyaris tewas diamuk massa di Kampung Bahari, Lingkungan 10, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (11/1) pukul 03.30 WIB.

Kedua maling itu adalah, Tarno (47) warga Jalan Sederhana, Pasar 7, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Tembung dan Rio Agung Susanto alias Wili (17) warga Jalan Trans, Desa Telaga Jernih, Sicanggang, Stabat kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Pencurian mobil pikap Suzuki Carry BK 8724 ZF milik Syafrudin yang parkir di depan rumahnya dicuri pelaku dengan menggunakan kunci T. Kedua pelaku mendatang lokasi di Kampung Bahari, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan dengan menggunakan sepeda motor.

Melihat keadaan pemilik rumah telah tidur dan lokasi sunyi, salah seorang pelaku membobol pintu mobil dan menghidupkannya dengan menggunakan kunci T.

Aksi kedua pelaku terdengar pemilik mobil. Dari dalam rumah, pria berusia 57 tahun terbangun dari tidur bergegas keluar rumah dan langsung meneriaki rampok sambil mengejar pelaku yang berusaha kabur.

Warga sekitar yang mendengar teriakan itu ikut mengejar kedua pelaku. Alhasil, masih belum jauh dari lokasi pencurian, kedua pelaku berhasil ditangkap massa. Tanpa dikomandoi, kedua pelaku babak belur dihakimi massa hingga babak belur berlumuran darah. Tak berapa lama, petugas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi.

Kondisi kedua pelaku yang nyaris mati langsung dievakuasi polisi ke RS Bhayangkara Medan. “Warga tadi kesal kali, makanya dengan spontan memukuli pelaku sampai babak belur,” kata saksi mata di lokasi.

Panit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Ipda Ismail Pane mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan mengamankan barang bukti kunci T dan sepeda motor yang digunakan pelaku. “Kasusnya sudah kita tangani, kini tersangka masih menjalani perawatan di rumah sakit, korban sudah membuat laporan dan telah diproses,” kata Ismail Pane. (fac/ila)

loading...