PASANGAN CALON DIPERKIRAKAN HABISKAN RP1,2 TRILIUN
JR Saragih Paling Tajir
  • Dipublikasikan pada: Jan 12, 2018 Dibaca: 1025 kali.

Menyikapi laporan harta kekayaan ketiga paslon itu, pengamat anggaran Elfenda Ananda menilai, secara sepintas melihat harta kekayaan balon Gubernur Sumut tersebut tidak wajar.

“Kalau sepintas tidak wajar, apalagi melihat jabatan mereka sebelumnya. Tapi, yang saya dengar JR Saragih punya harta keluarga yang cukup besar,” kata Elfenda kepada Sumut Pos, Kamis (11/1).

Kata dia, perlu dikroscek lagi dari mana sumber yang merinci harta kekayaan para Balon Gubernur. “Kekayaan tersebut harus jelas sumbernya sehingga pemilih bisa mengetahui apakah calon tersebut punya kekayaan bersih atau tidak.  Jujur atau tidak,” imbuhnya.

Namun, dia mengingatkan agar penyelenggara negara dan para calon kepala daerah harus rutin memperbaharui jumlah harta kekayaan. “Ini untuk transparansi,” ucapnya
Melporkan harta kekayaan dilakukan para Balon kepala daerah juga penting untuk bisa mengamati terjadinya potenai politik uang. “Semua calon punya potensi melakukan politik uang,” tuturnya.

Jumlah harta kekayaan para Balon Wakil Gubernur Sumut, kata dia, juga perlu diketahui. Sebab, dia melihat para calon wakil gubernur juga memiliki kekayaan yang cukup besar.

Karenanya, belumlah lengkap rasanya tanpa data harta kekayaan dari masing-masing wakilnya. Sebab diketahui, kata Elfenda, kedua wakil paslon seperti Ijeck dan Sihar Sitorus bukanlah orang sembarangan. “Wakil Edi diketahui pengusaha. Wakil Djarot juga bukan orang sembarangan yang dikenal pengusaha. Kalau wakil JR bukan pengusaha, tentulah lebih mengandalkan JR,” katanya.

Penggabungan keduanya menurut Elfenda, lumayan bisa membuat dinamika politik menghangat. Namun demikian, kalkulasi secara umum terhadap harta yang dimiliki masing-masing paslon tersebut, masih realistis kembali jikalau mereka duduk sebagai kepala daerah selama lima tahun. “Perkiraan aman kalau belanja pilkada masing-masing kandidat masih di bawah 10 persen belanja daerah. Kalau lebih dari itu akan beresiko,” kata mantan Sekretaris Eksekutif FITRA Sumut ini.

loading...