HARGA BBM LAIN MENUNGGU
Harga Pertalite Naik
  • Dipublikasikan pada: Jan 25, 2018 Dibaca: 314 kali.

Sejumlah konsumen mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU. PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertalite.


MEDAN, SUMUTPOS.CO -PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum jenis Pertalite. Kenaikan harga jual produk Pertamax Series sudah berlaku sejak 20 Januari lalu di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera Utara (Sumut).

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR I Sumbagut, Rudi Ariffianto mengatakan, kenaikan yang terjadi pada harga Pertalite sebesar Rp100 per liter, dari Rp7.500 menjadi Rp7.600. Kenaikan ini akibat dampak melonjaknya harga minyak mentah dunia.

“Betul, karena faktor harga minyak dunia yang naik,” katanya kepada Sumut Pos, kemarin.

Menurut dia, harga Pertalite penetapannya merupakan kebijakan korporasi sebagaimana Perta Series lainnya (Pertamax, Pertamax Turbo dan lainnya). Oleh sebab itu, jika harga minyak dunia turun kemungkinan harga produk Pertamina pun bisa turun.

“Sejauh ini hanya Pertalite yang mengalami kenaikan. Untuk yang lain kita masih bisa maintain harga,” sebutnya.

Dia menambahkan, harga Pertalite sudah cukup lama bertahan sejak April 2017 lalu. Dengan kata lain, tak mengalami kenaikan.

Sementara, sebelumya VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengungkapkan, tahun lalu harga minyak mentah dunia masih di bawah US$50 per barel. Awal tahun ini, harga minyak mentah dunia telah melampaui US$60 per barel.

“Penentuan harga BBM umum, seperti Pertalite merupakan wewenang perseroan. Hal ini, berbeda dengan BBM penugasan seperti premium dan solar yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Untuk diketahui, penjualan produk Pertalite dan Pertamax Series di Sumut terus mengalami pertumbuhan positif. Pada triwulan IV-2017 (Oktober-November), penjualannya mengalami peningkatan dibanding triwulan III tahun yang sama.

Pada triwulan keempat rata-rata penyaluran mencapai 27.305 kiloliter per bulannya. Jumlah ini meningkat 13 persen lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 24.066 kiloliter per bulan. (ris/ram)

loading...