Penyerang Gereja di Sleman Beraksi Seorang Diri
  • Dipublikasikan pada: Feb 11, 2018 Dibaca: 276 kali.

Polri masih menyelidiki motif Suliyono menyerang Gereja Lidwina, Sleman, DIY.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono mengatakan jajaran Polri masih menyelidiki motif Suliyono menyerang Gereja Lidwina, Sleman, DIY. Untuk sementara, pelaku diketahui beraksi sendiri.

“Kalau kita lihat dari peristiwanya, pelaku beraksi seorang diri,” kata Ari Dono di Gereja Saint Lidwina, Sleman, Minggu (11/2/2017).

Ari menjelaskan pihaknya juga belum dapat memastikan Suliyono terkait jaringan teroris atau tidak. Jajaran Densus juga diturunkan untuk memastikan.

“Densus sudah pasti turun untuk membantu menganalisa dan menyelidiki semua peristiwa ini apakah aksi teror atau orang per orang. Sudah pasti Polri akan ungkap kasus ini, apakah pelaku jaringan, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Ke depan, TNI/Polri akan meningkatkan pengamanan berdasarkan perkembangan intelijen untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang. Sebab, penyerangan ini membuat warga resah.

“Pastinya kita semua mengutuk peristiwa penganiayaan yang terjadi di rumah ibadah ini, yang jelas bikin suatu keresahan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ari mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kondusifitas harus tetap terjaga.

“Yang penting saya imbau jangan ambil satu langkah-langkah atau analisa masing-masing, karena Kapolda (DIY) setelah ini akan segera kumpulkan seluruh ormas untuk menginformasikan peristiwa apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Suliyono Berstatus Mahasiswa
Pelaku penyerangan Gereja Lidwina, Sleman yang bernama Suliyono berstatus mahasiswa. Saat ini, kondisi Suliyono yang dilumpuhkan polisi masih belum stabil.

“Status pelaku dari identitasnya mahasiswa, tapi sekali lagi kondisi pelaku belum stabil belum bisa kita mintai lebih dalam, termasuk tempat tinggal pelaku,” kata Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri di Gereja St Lidwina, Sleman, Minggu (11/2/2018).

Suliyono ditembak polisi karena melawan saat akan diringkus. Saat ini, dia berada di RS Bhayangkara.  “Pelaku sementara belum bisa dimintai keterangan,” ujarnya.

Polisi sudah mengamankan pedang yang dibawa pelaku. Ada pula ijazah yang dibawa. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain.

“Sementara satu pelaku. Satu lagi masih simpang siur, dalam penyelidikan,” ucap Brigjen Ahmad Dofiri.

“Kita belum bisa kaitkan jaringan, latar belakang, belum ada masih didalami, kita belum berani menyimpulkan,” pungkasnya. (dtc/bbs)

loading...