Juventus Vs Tottenham: Daya Serang Tinggi
  • Dipublikasikan pada: Feb 13, 2018 Dibaca: 276 kali.

Harry Kane, bintang Tottenham Hotspur.


TURIN, SUMUTPOS.CO  – Selama ini ada asumsi bahwa setiap menghadapi tim asal Italia di ajang Eropa selalu identik dengan melawan tim dengan skill bertahan paling hebat. Apalagi, bila lawan dari tim negeri pizza merupakan klub dengan daya serang tinggi.

Kebetulan, kondisi tersebut kembali terjadi saat Juventus menjamu Tottenham Hotspur dalam first leg 16 besar Liga Champions. Hanya saja, persepsi tersebut bisa ditinggalkan. Sebab, Nyonya Tua musim ini bukan sekadar tim yang piawai bertahan.

Bahkan, bisa dibilang Juve musim ini merupakan paduan keduanya. Ya piawai menyerang, ya pandai bertahan. Hal tersebut terlihat Serie. Hingga giornata ke-24, Gianluigi Buffon dkk menjadi tim tersubur dengan 61 gol sekaligus tim kebobolan terminim dengan 15 gol.

Jumlah kebobolan mereka sama dengan Napoli yang berstatus capolista dengan selisih satu angka dari Juve (63-62). Bahkan, sejak 2018, gawang Nyonya Tua sama sekali tidak kemasukan dan tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan di semua ajang.

”Pertandingan di Liga Champions sangat ketat. Apalagi, mereka (Spurs) adalah tim dengan teknik tinggi. Kami harus bermain lebih baik (dari ajang domestik, Red),” ucap allenatore Juve Massimiliano Allegri kepada Premium Sport.

Pernyataan pelatih 50 tahun itu ada benarnya. Liga Champions memang terkadang tricky. Tim yang biasa-biasa saja di liga bisa tampil dahsyat di ajang antarklub paling elite di benua biru itu.

Apalagi, skuad polesan Mauricio Pochettino juga tengah hot saat ini. Terlepas dari one man show Harry Kane yang sudah membukukan 32 gol dari 33 pertandingannya, Spurs bisa mengancam ambisi Juve untuk treble musim ini.

Hal tersebut ditambah dengan belum fitnya beberapa pilar tuan rumah seperti Paulo Dybala, Juan Cuadrado, Blaise Matuidi, dan Andrea Barzagli. Memang, masih ada Federico Bernardeschi yang tengah menanjak dengan membukukan tiga assist dan satu gol di tiga laga terakhir.

Namun, winger yang didatangkan dari Fiorentina itu masih terlalu hijau di Liga Champions. Bahkan, dia belum pernah menghuni startinig line up di Liga Champions musim ini. So, kunci bagi Juve hanya satu, yakni membendung HurriKane atau perjuangan mereka kian berat di second leg di Wembley sembari menanti kontribusi dari Gonzalo Higuain di Eropa.

Kebetulan, sama halnya dengan Kane, performa Pipita tengah sedang menanjak dengan mencetak enam gol dari empat laga di semua ajang. Hanya saja, dia masih belum menunjukkan taji di Eropa. Dari 74 pertandingannya di Liga Champions sepanjang karirnya, striker 30 tahun itu hanya mencetak 22 gol. Dan, kemungkinan absennya Dybala bisa membuat lini depan Juve stuck bila Higuain dimatikan.

”Saat Anda bisa menang dari Arsenal dan Manchester United, itu berarti anda memiliki kualitas untuk mengalahkan tim besar Eropa lainnya. Juve adalah tim yang bermain di dua final Liga Champions dalam tiga musim terakhir dan kami tidak punya itu,” ucap Poche kepada Mirror. ”Ini akan menjadi tantangan berat tidak hanya bagi Kane, melainkan tim secara keseluruhan,” sambungnya saat disinggung mengenai catatan impresif pertahanan Juve. (io/jpnn/don)

loading...