ANCAM PUTUS KONTRAK
Rekanan Proyek Pasar Kampunglalang Diultimatum
  • Dipublikasikan pada: Feb 14, 2018 Dibaca: 278 kali.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASAR KAMPUNG LALANG_kondisi lahan pasar kampung lalang yang akan direvitalisasi berada di Jalan Medan-Binjai.


SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Samporno Pohan mengaku sudah mengultimatum rekanan proyek revitalisasi Pasar Kampunglalang, PT Budi Mangun KSO, agar menuntaskan pengerjaan tersebut sampai batas akhir 90 hari kerja.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan itu PT Budi Mangun KSO tidak mampu menyelesaikannya, Samporno siap memutus kontrak kerja sama. “Hari ini saya sudah panggil mereka. Saya sampaikan bahwa dari jadwal yang disepakati bersama DPRD waktu itu (90 hari kerja mulai Desember 2017), sudah mau habis. Dan progresnya belum signifikan,” tegas Samporno.

Samporno mengungkapkan, bahwa pihak rekanan menyanggupi permintaan tersebut. Artinya, mereka tetap komitmen dengan kesepakatan menyelesaikan pekerjaan selama 90 hari tersebut. “Nantikan kita nilai pekerjaan itu, bisa dibayar atau tidak. Karena kita belum ada mengeluarkan uang selain untuk panjar. Sebab laporan pengawas kan selalu aku terima, sampai dimana progresnya,” katanya.

Lantas sudah berapa persen progres revitalisasi Pasar Kampunglalang saat ini? Samporno tidak memberi jawaban konkrit, namun mengklaim sudah ada progres signifikan sesuai harapan Pemko.

“Begitupun kita akan ingatkan terus. Dan mereka berjanji untuk cepat menyelesaikannya. Laporan dari pengawas di lapangan kan terus saya terima. Makanya saya panggil lagi tadi mereka untuk mengingatkan,” katanya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Hendra DS mengaku belum mendapat kabar terbaru dari Dinas Perkim-PR menyangkut perkembangan Pasar Kampunglalang. “Belum ada disampaikan ke kami (Komisi C, Red),” katanya.

Dari informasi yang ia peroleh, pihak rekanan yakni PT Mangun KSO sudah tidak punya biaya lagi guna melanjutkan pengerjaan tersebut. “Tapi untuk pembangunannya coba tanya Komisi D, sebab itu domain mereka. Kalau perlu nanti kita agendakan lagi RDP lanjutan,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Komisi D Salman Alfarisi mengutarakan pihaknya belum mengetahui informasi terkini soal progres revitalisasi Pasar Kampunglalang. Dalam waktu dekat pihaknya pun akan memanggil Dinas Perkim-PR dan PT Budi Mangun KSO untuk RDP lanjutan. “Laporan ke kita belum ada. Nanti kami RDP-kan lagi untuk memanggil pihak-pihak terkait. Sebab komitmen rekanan waktu itu selama 90 hari pengerjaan harus sudah rampung,” katanya.

Pihaknya pun siap memberi rekomendasi bila sampai batas waktu yang ditentukan PT Budi Mangun KSO tidak mampu menuntaskan pekerjaan, sebaiknya kontrak pekerjaan diputus saja. “Apalagi nantinya mereka akan terkena pinalti akibat keterlambatan pekerjaan. Pekan depan kami rapat internal dulu, setelah itu baru menjadwalkan untuk RDP,” pungkasnya. (prn/ila)

loading...