GARA-GARA TELAT MASUK KELAS
Pingsan Dipukuli Guru, Siswa SMA di Nisel Harus Operasi
  • Dipublikasikan pada: Mar 1, 2018 Dibaca: 285 kali.

Jurdil Mendrofa (17) terbaring di Rumah Sakit Murni Teguh, Medan, Rabu (28/2). Dia mengalami tindak kekerasan yang dilakukan gurunya karena terlambat masuk kelas.


SUMUTPOS.CO – Guru menghukum siswa nakal, itu biasa. Tetapi hukuman yang diberi guru olahraga di Nias Selatan, Sumut, ini telah melampaui batas. Jurdil Mendrofa (17) sampai pingsan dipukuli gara-gara telat masuk ruangan kelas. Bahkan buntutnya, Jurdil harus menjalani operasi akibat pembekuan darah di kepalanya.

 
————————————
Famo & Diva, Nias & Medan
———————————–
Kisahnya berawal pertengahan Agustus 2017, sekitar 6 bulan lalu. Saat itu kelas Jurdil Mendrofa di SMAN 1 Amandraya Nias Selatan (NIsel), harusnya masuk mata pelajaran Olahraga. Entah bagaimana. Jurdil telat masuk ruangan.

Merasa disepelekan, guru olahraganya, Nestor Halawa, mengamuk. Ia menghajar Jurdil di depan teman-teman kelasnya. Sang guru baru berhenti memukul setelah Jurdil pingsan.

“Keluarga guru membawa adik saya ke Puskesmas terdekat. Kondisinya pingsan. Abang saya, bapak Jurdil, baru tahu anaknya pingsan karena dipukuli guru pas sudah di Puskesmas,” kata Murniati, kakak korban, kepada Sumut Pos, kemarin.

Saat di Puskesmas, keluarga guru olahraga itu minta berdamai dan berjanji membiayai perobatan siswa SMA itu. Saat itu, pihak keluarga korban menolak permintaan damai, karena kondisi Jurdil masih belum jelas.

“Karena kondisinya makin parah, keesokan harinya Jurdil dibawa ke RSUD Gunung Sitoli. Beberapa hari di rumah sakit, dia kami bawa pulang meski kondisinya masih pusing dan lemah. Perobatan diteruskan secara rawat jalan,” katanya.

Namun beberapa waktu kemudian, Jurdil kembali mengeluhkan sakit di kepalanya. “Dan tiba-tiba dia pingsan dan kejang. Kami pun melarikannya ke RS Gunungsitoli. Dokter di sana menyarankan agar kepalanya discanning. Tetapi karena di Gunung Sitoli tidak ada alat scanning kepala, awal Februari kami membawa Jurdil ke rumahsakit Murni Teguh di Medan. Di situlah diketahui ada penggumpalan darah di kepala.

loading...