DULU BAMBU REYOT, MADRASAH AL JAMA’IYAH KINI DIKERAMIK
Mata Pak Haris Berkaca-kaca di Hadapan Bang Ijeck
  • Dipublikasikan pada: Mar 13, 2018 Dibaca: 280 kali.

Cawagubsu Musa Rajeckshah meyalami tokoh masyarakat Desa pematang Lalang Abdul Haris usai menandatangani prasasti peresmian Madrasah Al Jama’iyah, Senin (12/3).


SUMUTPOS.CO – Ketua Yayasan Haji Anif, Musa Rajekshah melakukan lawatan ke Desa Pematang Lalang, Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang Sumut, Senin (12/3). Di desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serdang Bedagai itu, Bang Ijeck melakukan serah terima Madrasah Al Jama’iyah ke masyarakat.

Saat acara formal, tokoh masyarakat Desa Pematang Lalang Abdul Haris menjadi yang pertama memberi kata sambutan. Pak Haris, sapaannya, dalam raut haru mengaku bersyukur ada orang yang sangat peduli dengan keberadaan pendidikan agama di desa tersebut.

“Ini perhatian yang tak terhingga. Madrasah yang berdiri tahun 1980 an ini awalnya hanya pondasi bambu reyot dan sekarang sudah berdiri tegak dengan batu dan keramik. Kami berterimakasih banyak kepada Yayasan Haji Anif dan Pak Ijeck,” kata Pak Haris dengan mata berkaca-kaca.

Memohon maaf karena emosional dan meneteskan air mata, Pak Haris mengakui tak sanggup berkata banyak. “Ini mungkin karena saya sudah lama berdoa dan mengimpikan agar madrasah ini ada yang memperhatikan. Agar anak-anak di sini bisa menyenyam pendidikan agama. Alhamdulillah sekarang sudah berdiri tegak,” imbuh Pak Haris terbata-bata.

Sekretaris Desa Pematang Lalang J Saragih mengapresiasi kepedulian Musa Rajekshah terhadap generasi Desa Pematang Lalang. “Saya nggak tahu mau bilang apa. Mau nangis rasanya. Kenapa desa kami seperti ini dan jarang ada yang peduli. Baru inilah ada yang peduli,” kata.

Meski nonmuslim, Silalahi menegaskan, pihaknya sudah berjuang untuk mencari bantuan agar pemerintah bisa peduli terhadap madrasah dan pendidikan agama bagi anak-anak yang beragama Muslim. “Karena pendidikan agama inikan pondasi. Mau jadi apa kalau anak-anak kita tidak dibekali pendidikan agama,” kata Silalahi.

loading...