Perry Warjiyo, Gubernur Baru BI
  • Dipublikasikan pada: Mar 29, 2018 Dibaca: 276 kali.

Perry Warjiyo


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) kini mempunyai gubernur baru untuk periode 2018-2023. Kemarin (28/3), Komisi XI DPR telah memutuskan secara musyawarah mufakat bahwa gubernur BI pengganti Agus DW Martowardojo adalah Perry Warjiyo. Perry akan menggantikan Agus yang masa jabatannya di BI berakhir pada Mei 2018.

DPR juga memutuskan deputi gubernur BI adalah Dody Budi Waluyo. Dody yang saat ini menjadi asisten gubernur BI mengalahkan dua calon deputi gubernur lainnya, yakni Wiwiek Sisto Widayat dan Doddy Zulverdi.

Sebagai tindak lanjut, Komisi XI DPR akan menyampaikan hasil fit and proper test kepada pimpinan DPR, dan hasilnya akan dibacakan pada rapat paripurna pada 3 April 2018 mendatang.

“Sudah kami putuskan secara musyawarah mufakat. Putusan diambil dari 10 poksi (kelompok fraksi) dan 36 anggota komisi XI yang hadir,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng usai fit and proper test calon gubernur BI kemarin.

Mekeng menilai, sosok Perry adalah contoh orang desa yang tak kenal lelah dalam meningkatkan kemampuannya. Jika kali ini Perry terpilih menjadi pejabat sekelas gubernur BI, maka itu adalah hasil usaha Perry dan takdir Tuhan.

“Hidup memang enggak ada yang disangka-sangka. Presiden Jokowi juga dari desa, enggak ada yang sangka jadi presiden,” katanya.

Menurut Mekeng, baik Perry maupun Dody mempunyai rekam jejak yang baik. Keduanya dinilai dapat menjadi teamwork yang bagus. Semua poksi pun mengajukan nama yang sama, sehingga tidak diperlukan voting.

Mekeng menambahkan, tugas utama pimpinan BI saat ini adalah menjaga nilai tukar, sebab likuiditas dollar AS (USD) masih kurang. Besarnya cadangan devisa yang dimiliki Indonesia saat ini belum mampu membuat rupiah lengser dari level Rp13.700.

Padahal pada awal tahun, rupiah masih di kisaran Rp 13.200. Transaksi berjalan juga masih mengalami tren defisit.

“Kami minta terobosan yang lebih gereget supaya kurs lebih baik. Karena, kita kalau ada gangguan sedikit di luar negeri, USD langsung naik dan rupiah jadi mendekati Rp 14 ribu,” ujar politisi dari fraksi Golkar itu.

Dia menambahkan, jika fundamental ekonomi baik, semestinya rupiah dapat juga dapat mencerminkannya. Besarnya peranan asing dalam pasar keuangan Indonesia membuat rupiah mudah keok.

Untuk itu, harus ada pendalaman pasar keuangan yang lebih baik. Di samping itu, di tahun politik ini, Mekeng berpesan agar BI dapat menjaga pasokan uang.

Sebab belanja pemerintah dan masyarakat untuk pesta demokrasi sampai tahun 2019 akan meningkat. Sehingga, kecukupan likuiditas tidak boleh kurang. 

loading...