Barcelona Vs AS Roma: Momok Messi
  • Dipublikasikan pada: Apr 4, 2018 Dibaca: 276 kali.

Lionel Messi


BARCELONA, SUMUTPOS.CO – Barcelona akan lebih gampang ditaklukkan kalau Lionel Messi tidak bermain. Pesan itulah yang disampaikan entrenador Sevilla Vincenzo Montella kepada mantan klubnya AS Roma.

Montella sudah merasakan sendiri bagaimana kemenangan timnya dirampok Messi pada jornada ke-30 Minggu (1/4) lalu. Sebelum La Pulga bermain, Sevilla unggul 2-0. Lalu sekitar 30 menit di lapangan, Messi mencetak gol krusial yang membuat Barca bermain imbang 2-2.

Pada leg pertama perempat final Liga Champions antara Barca lawan Roma dini hari nanti (5/4) di Camp Nou, sangat kecil kemungkinan Messi absen. Maka yang bisa dilakukan adalah melimitasi pergerakan bapak tiga anak tersebut.

Winger AS Roma Stephan El Shaarawy dalam situs resmi UEFA kemarin (3/4), berkata timnya berstatus nonfavorit dalam pertemuan ini. Namun bukan berarti El Shaarawy dan Giallorossi akan menjadi bulan-bulanan Barca.

Salah satu yang akan dilakukan Daniele De Rossi dkk untuk memberi tekanan kepada Barca dengan memberikan pengawalan ketat kepada Messi. Pesan serupa sudah pernah digaungkan mantan rekan Messi di Chelsea, Cesc Fabregas, ketika timnya bertemu dengan Barca di babak 16 besar. Hasilnya ? Messi mencetak tiga gol dalam dua pertandingan lawan The Blues.

“Dia (Messi, red.) adalah pemain terbaik dalam setiap kesempatan yang dimilikinya. Karena itu, kami harus memutus pengaruh Messi sebanyak mungkin dalam permainan,” ucap mantan pemain AC Milan itu.

Bek Roma Kostas Manolas kepada Il Giornale kemarin berkata tak ada cara buat menghentikan Messi. Sebab ketika Messi dikurung, masih ada sepuluh pemain Barca lain yang sama berpotensinya dengan kapten timnas Argentina itu buat menjebol gawang Roma.

Manolas adalah bagian dari pembantaian yang dilakukan Barca ketika bertemu di fase grup Liga Champions 2015-2016 lalu. Pada matchday kelima grup E (24/11/2015), Barca menghajar Roma dengan skor 6-1 di Camp Nou. “Benar kata Pep Guardiola kalau tak ada jalan untuk membuatnya (Messi, red.) berhenti. Ketika kami kalah telak tiga tahun lalu, secara taktik kami melalukan kesalahan dengan menekan mereka terlalu tinggi sehingga Barca menemukan celah dengan mudah di area permainan kami,” kata bek 26 tahun itu.

loading...