Kontroversi Puisi Ibu Indonesia
Sukmawati Mohon Maaf, Ini Klarifikasinya
  • Dipublikasikan pada: Apr 4, 2018 Dibaca: 276 kali.

Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf lahir batin dan memberikan klarifikasi soal puisinya.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sukmawati Soekarnoputri akhirnya memberikan penjelasan terkait puisi Ibu Indonesia yang dia bacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya.

“Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan semata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia,” tutur Sukmawati dalam jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Rabu (4/4) sore.

Putri Bung Karno ini menjelaskan, puisi itu dia tulis sebagai bentuk ekspresi melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara.

“Namun karena karya sastra ini memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” kata Sukmawati.

Sukmawati didampingi Halida Hatta, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam Indonesia. Ia menyampaikan lima poin klarifikasi yang di dalamnya berisi permintaan maaf lahir batin. Dengan tenang dan sesekali menghela napas, putri Proklamator Bung Karno itu membacakan butir-butir klarifikasinya. (boy/jpnn)
Berikut lima poin klarifikasi Sukmawati:

  1. Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni Cultural Identity, yang mana semata-mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan murni merupakan karya sastra Indonesia.
  2. Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umaf Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan banggsa akan keislaman sata, putri seorang proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah, dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharari Bi Asyyaukah ( pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh.
  3. Puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang saya tulis, yang menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan tahun 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan saya rangkum semata mata untuk menarik perhatian anak anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.
  4. Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk upaya mengekspresikan ddari melalui suara kebudayaan, sesuai dengan tema acara. Saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk srmakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan, sebagaimana cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia, dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaann dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbineka namun tetap tunggal ika.
  5. Namun karena karya sastra dari puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia.

loading...