BBM PREMIUM LANGKA
Pertamina Ditegur Kementrian ESDM
  • Dipublikasikan pada: Apr 9, 2018 Dibaca: 276 kali.

Sutan Siregar/SUMUT POS
Petugas melayani pembelian Pertalite saat uji pasar di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Putri Hijau Medan, beberapa waktu lalu.


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertamina mendapatkan teguran dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menebar ancaman untuk PT Pertamina yang dianggap tidak becus dalam menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, terutama di luar Jamali (Jawa, Madura, Bali).

Saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Rabu (4/4), Jonan membantah ada pengurangan kuota premium.

Meskipun, dia mengakui adanya kelangkaan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah.

“Nah betul (langka di SPBU), kami sudah tegur Pertamina bahwa Pertamina harus tetap menyalurkan premium,” ucap Jonan.

Mengacu Peraturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014, katanya, Pertamina mendapat penugasan menyalurkan 7,5 juta kiloliter premium per tahun.

Utamanya untuk wilayah di luar Jamali. Khusus Jamali, perusahaan pelat merah itu sudah mendapat penambahan margin 100 rupiah per liter untuk penyaluran premium.

“Jadi ini harus dilakukan. Kami sudah negur Pertamina kok. Sudah, sudah berkali-kali,” ungkap mantan menteri perhubungan ini.

Dia pun sepakat bahwa masyarakat menengah ke bawah terkesan dipaksa beralih menggunakan Pertalite yang harganya naik mengikuti mekanisme pasar. Di sisi lain premium kosong di SPBU.

Kini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengatakan bahwa presiden berpesan supaya pasokan premium harus dijaga.

“Pesan Bapak Presiden, premium tetap dijaga pasokannya. Kami memantaunya. Pelaksananya adalah dari Pertamina,” ucap Archandra saat ditanya masalah kelangkaan premium, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/4).

Pria berdarah Minang itu menyatakan menjaga pasokan BBM merupakan aksi koorporasi PT Pertamina.

Karenanya Kementerian ESDM telah menegur dan menyurati perusahaan pelat merah tersebut.

Mengenai berapa lama waktu yang diperlukan untuk memulihkan pasokan di daerah, Archandra mengaku sedang dibicarakan dengan Pertamina.

“Yang jelas dari kementerian ESDM sudah mengirimkan surat teguran untuk segera memulihkan pasokan. Tadi saya sudah bicara juga dengan dirut Pertamina. Ini sedang kami usahakan,” tegasnya.(fat/jpnn/ram)
 

loading...