DUA TEWAS, SATU KRITIS
Rem Blong, Truk CPO Hantam Pekerja Proyek
  • Dipublikasikan pada: Apr 12, 2018 Dibaca: 321 kali.

Petugas lalu lintas Polsek Pancurbatu melakukan olah tempat kejadian perkara di samping truk yang terguling, Rabu (11/4).


SIBOLANGIT, SUMUTPOS.CO -Dua warga tewas dilindas truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO). Sedangkan seorang lagi saat ini dalam kondisi kritis.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Jamin Ginting, Km 46, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Rabu (11/4) pagi.

Kedua korban tewas masing-masing, Toni (30) warga Tandem Kabupaten Langkat dan Mamin (36) warga Jalan Binjai Km 14.

Sedangkan korban kritis, Arie Sutejo (35) warga Jalan Seibangkatan, Tanah Seribu Kota Binjai.

“Lepas kendali, rem blong,” kata Kapolsek Pancurbatu, Kompol Choky Meliala, Rabu (11/4) siang.

Dijelaskan Kompol Choky, truk pengangkut CPO BK 9346 BN melaju dari arah Berastagi menuju Medan. Tiba di lokasi kejadian, rem truk diduga blong.

Panik, sopir lalu membanting stir ke kiri. Tanpa disangka, di sebelah kiri jalan ada beberap pekerja yang sedang mengecor mal jalan.

“Kemudian truk terbalik di pinggir jalan. Akibatnya, dua pekerja meninggal dunia dan seorang korban lagi dilarikan ke RS Adam Malik,” kata Kompol Choky.

Sementara, pengemudi truk bernama Togi P Sidabutar (41) warga Hutabatu IV, Kecamatan Panombeaian Panei, Kabupaten Simalungun sudah diamankan ke Mapolsek Pancurbatu untuk diperiksa.

Sementara, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP M Saleh yang ditanyai soal kecelakaan itu mengaku sedang berada di luarkota. Dia menyebut, pemeriksaan lakalantas dilakukan oleh Polsek Pancurbatu.

Dijelaskannya, pemilik truk pengangkut CPO itu bisa saja menjadi tersangka. Namun katanya, hal itu tergantung hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi dan sopir.

“Jika ada kelalaian dari pihak manapun yang terkait, hal ini bisa kita periksa apakah sebagai saksi maupun meningkat menjadi tersangka,” jelasnya.

Menyikapi kecelakaan ini, Direktur Indonesian Polri Watch (IPW) Abdul Salam Karim menyebut, kebanyakan lakalantas tunggal seperti itu karena tidak laik jalannya kendaraan.

Dia berharap, polisi melakukan pemeriksaan yang benar-benar profesional tanpa pandang bulu.

“Artinya, jangan sampai kebiasaan seperti ini, melalaikan kelaikan jalan sebuah kendaraan menyebabkan kecelakaan tunggal yang menyebabkan tewasnya nyawa seseorang,” tuturnya.

Abdul Salam mencontohkan lakalantas maut yang menewaskan empat orang pengendara sepeda motor di Jalan Ringroad, Juli 2017 lalu. Menurutnya kejadian itu juga karena rem blong.

“Artinya perlu ketegasan polisi untuk melibatkan tiap orang yang bertanggungjawab. Jadi jangan ada yang lepas begitu saja, sopir dan pemilik,” pungkasnya.(dvs/ala)
 

loading...