PERSIAPAN PEMANTAPAN PILGUBSU 2018
34 Ribu TKI Asal Sumut Akan Dicoret
  • Dipublikasikan pada: Apr 13, 2018 Dibaca: 276 kali.

FILE SUMUT POS
Puluhan TKI berada di sekitar pesawat Hercules ketika akan didata setibanya di Lanud Soewondo, Medan, Sumut,beberapa waktu lalu.


MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dalam rangka memantapkan persiapan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu), Komisi Pemilihan Umum akan menggelar rapat pimpinan dengan KPU kabupaten/kota di Sumut pada hari ini, Jumat (13/4). “Pertemuan tersebut untuk mengonsolidasi seluruh persiapan Pilkada serentak 2018 termasuk Pilgubsu,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Benget Silitonga saat dihubungi, Kamis (12/4).

Kegiatan akan digelar di hotel berbitang di Kota Medan. Dari informasi yang diperoleh, Ketua KPU RI Arief Budiman dan para komisioner akan hadir langsung memimpin kegiatan tersebut.

“Kebetulan saya bersama Ketua KPU Sumut dan Komisioner Yulhasni sedang  mendampingi Ketua KPU RI Arief Budiman dan anggota Evi Novida Ginting, menghadiri acara peresmian Kantor KPU Tobasa di Balige yang dihibahkan dari Pemkab Tobasa. Nanti lagi ya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Rabu kemarin KPU menerima tamu dari Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Sumut. Dalam pertemuan itu terungkap, 34 ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumut yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia, Korea, Jepang, RRT dan lainnya akan dicoret dari Daftar Pemilih Sementara (DPS). Khususnya mereka yang tidak pulang ke Sumut hingga hari-H pemungutan suara 27 Juni 2018.

“Pencoretan ini juga untuk melihat data ril terkait jumlah partisipasi pemilih di daerahnya. Selama ini, angka golput tinggi atau partisipasi pemilih rendah kemungkinan karena tidak dilakukan pencoretan data penduduk yang sudah atau tidak tinggal menetap,” ujar Komisioner KPU Sumut Nazir Salim Manik.

Dikatakannya, sebahagian besar TKI tersebut bekerja di Malaysia selebihnya hanya di beberapa negara lain saja. Sedangkan daerah asal TKI terbanyak yakni Deliserdang, Langkat, Medan, dan Asahan. Paskapencoretan, sebut Nazir, jika ada TKI yang pulang kampung menjelang hari H pencalonan, ia tetap bisa menggunakan hak pilih dengan mendatangi TPS sembari menunjukkan KTP kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Warga tersebut dipersilahkan menggunakan hak pilihnya pada pukul 12.00 WIB ke atas,” katanya.

Terpisah, Komisioner Yulhasni menyebutkan pihaknya beserta jajaran telah menuntaskan pemasangan alat peraga kampanye (APK) se Sumut.

“Kami imbau kepada kedua pasangan calon yakni pasangan nomor urut 1 Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) serta paslon nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) agar menjaga, memelihara dan merawat masing-masing APK yang telah terpasang di seluruh kabupaten/kota hingga kelurahan/desa se-Sumut,” katanya.

Adapun APK yang dipasang tersebut yakni baliho sebanyak 99 unit terpasang di 33 kabupaten/kota (masing-masing 3 unit per kabupaten/kota), spanduk sebanyak 12.220 unit masing-masing dua unit per kelurahan/desa terpasang di 110 desa/kelurahan.

“Terakhir 4.440 unit umbul-umbul terpasang di 444 kecamatan se-Sumut masing-masing 10 unit per kecamatan. Semua sudah selesai terpasang,” sebutnya.

KPU Sumut mengklaim bahwa pihaknya hanya berwenang melakukan pengadaan dan pemasangan APK di lokasi yang ditentukan. Setelah terpasang menjadi tugas tim sukses atau tim kampanye di masing-masing tingkatan mulai kelurahan hingga kabupaten/kota menjaga APK tersebut. (prn/azw)
 

loading...