Grand Final Indonesian Idol 2018
Maria Simorangkir Melatih Perasaan
  • Dipublikasikan pada: Apr 16, 2018 Dibaca: 279 kali.

Maria Simorangkir


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maria Simorangkir dan Ahmad Abdul terpilih sebagai grand finalist Indonesian Idol 2018, Senin malam (9/4).

Suara Maria Simorangkir memang bagus sejak kecil. Tidak percaya? Buka saja YouTube dan ketik kata kunci Maria Idol Junior. Ya, siswi kelas XI SMK Musik Methodist Charles Wesley Medan tersebut adalah jebolan Indonesian Idol Junior 2014.

Saat itu, meski sering mendapat pujian dari juri, Maria gugur di top 5. Sang mama, Rohani Simanjuntak, yang mendorongnya mendaftar ketika audisi Indonesian Idol (yang bukan junior) dibuka di Medan akhir tahun lalu.

’’Saya penasaran, bisa sukses nggak ya,’’ kata Maria. Walau begitu, Maria sempat ragu saat hari audisi. Dia kembali berpikir apakah bisa sukses di ajang sejenis. Apalagi, saat itu dia aktif sebagai penyanyi dan musisi di gereja.

Di tengah keraguan tersebut, Rohani kembali mengingatkannya. ’’Pas pulang sekolah, mama nanya, kok nggak audisi,’’ kenang Maria.

Motivasi sang bunda terbukti. Maria menjadi peserta paling konsisten. Meski sejak awal kurang difavoritkan, akhirnya dia sukses merebut perhatian publik lewat suara powerful-nya.

Seperti Ahmad Abdul, Maria akrab dengan musik dan tarik suara sejak kecil. Pada masa kecilnya, penggemar Michael Jackson dan Beyonce tersebut suka dengan lagu-lagu klasik dari animasi Disney atau film-film Barbie. ’’Musik dan lagu itu bisa nyambung sama perasaan aku,’’ ujar Maria.

Sejak itu pula, Rohani mendorong putrinya mengikuti berbagai lomba menyanyi. Bahkan, Maria berkompetisi sejak taman kanak-kanak.

Salah satu penampilan Maria yang dianggap paling spektakuler adalah ketika membawakan OST The Greatest Showman, Never Enough. Lagu yang konon katanya sulit ditiru itu akhirnya bisa dinyanyikan Maria dengan luar biasa. Kelima juri memberikan standing ovation. Videonya menyanyikan lagu Loren Allred tersebut lantas viral.

Maria mengungkapkan, membawakan Never Enough merupakan permintaan Maia Estianty. Awalnya, Maria tidak berani karena tahu lagu itu terlampau sulit.

’’Bahkan, si Loren pernah bilang sendiri bahwa lagu ini sulit,’’ kata gadis kelahiran Medan, 7 Oktober 2001, tersebut. Maria pun melakukan latihan seadanya dan tampil natural. Hasilnya sungguh tidak terduga.

Kini fokus Maria adalah mempersiapkan diri di grand final. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan. ’’Kalau kesehatan saya drop, bisa ngaruh ke mana-mana,’’ ucapnya.  (len/c14/na)

loading...