Sihar Pikirkan Infrastruktur Permudah Petani Karo
  • Dipublikasikan pada: Apr 17, 2018 Dibaca: 278 kali.

Foto: Iqbal/Sumut Pos
Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus menyapa pengendara ketika tiba di lokasi Obyek Wisata Penatapan, Kecamatan Berastagi, Sabtu (15/4).


BRASTAGI, SUMUTPOS.CO – Dalam kegiatan kampanyenya, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus, menyempatkan diri menikmati pemandangan dataran tinggi di Penatapan Desa Doulu Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Sabtu (14/4) siang.

Bertepatan pada hari libur Nasional peringatan Isra Mi’raj hari itu, padatnya arus lalulintas di kawasan itu membuat Sihar memilih  turun dari mobil dan berjalan kaki menuju lokasi penatapan menikmati pemandangan alam di warung jagung bakar yang berbaris di sepanjang jalan.

Luasnya pemandangan tersebut menurutnya adalah gambaran betapa kayanya provinsi Sumatera Utara. Kekayaan itu lah yang katanya menjadi faktor penggerak perekonomian warga. Masyarakat memanfaatkan keindahan alam dengan mendirikan warung makan dan minum yang disajikan bagi para pengunjung kawasan wisata.

“Pemandangan ini dieksplor oleh warga dengan baik dan menjadikan sebagai roda perekonomian warga dengan membuka warung jagung disini. Menikmati pemandangan alam yang indah, dengan udara yang sejuk, sambil makan jagung dan minuman yang hangat. Betapa nikmatnya,” puji Sihar.

Di sini Sihar juga melihat perlunya perhatian terhadap infrastruktur jalan. Tingginya intensitas lalu lintas Jalan Jamin Ginting yang merupakan akses utama ke berbagai kabupaten/ kota bahkan ke Provinsi Aceh, dinilainya perlu perhatian lebih dari pemerintah.

“Ini saya kira harus dipikirkan. Apakah kita harus menambah jalan baru atau membuka jalan baru. Karena arus lalu lintas sudah padat. Apalagi bila hari libur panjang seperti ini,” ungkap pria berkacamata itu.

Sihar menilai, dengan kondisi seperti ini, Karo yang kaya akan sayur mayurnya, menjadikan tingginya aktivitas petani tiap hari. Dan sebagai pemasok terbesar sayur mayur ke sejumlah kab/ kota, terutama Kota Medan.

“Tidak terbayang bagi saya, bagaimana petani Karo mengirimkan hasil taninya dengan kondisi jalan yang sangat padat, dikirim dari pagi tapi sampai ke tujuan sudah siang. Kalau terlambat, keuntungan yang harus diambil tidak seimbang. Jadi, memang harus ada alternatif yang kita lakukan untuk pembangunan Karo ini,” pungkas Sihar. (bal/azw)

loading...