LATIHAN SAAT RAMADAN
Jaga Asupan Gizi
  • Dipublikasikan pada: May 15, 2018 Dibaca: 276 kali.

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Dishold Sharofetdinov saat berlatih di Kebun Bunga. PSMS.  Dishold salah satu pemain yang menjalani puasa.


SUMUTPOS.CO – Tim pelatih PSMS akan tetap menjaga kondisi fisik pemain di bulan Ramadan yang akan dimulai Kamis (17/5) mendatang. Apalagi Ayam Kinantan akan menghadapi ujian berat dari Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Jumat (18/5).

Pelatih fisik PSMS, Suwanda mengatakan jadwal latihan akan tetap digelar sore hari. Meski dalam kondisi berpuasa, menurutnya latihan sore akan lebih efektif dibanding digelar malam hari.

“Untuk bulan puasa, kami akan rembukkan dulu sama head coach. Biasanya jadwal latihan tetap pukul setengah lima sore. Tidak ada latihan malam, karena kalau malam metabolisme terganggu, istirahat pemain juga terganggu,” kata Suwanda usai latihan, Senin (14/5).

Memang akan ada perbedaan durasi latihan dari sebelumnya. Intensitasnya juga berbeda. “Durasinya lebih singkat dan dipadatkan. Intensitasnya moderate saja, sedang. Tetap maintenance yang utama,” tambah eks asisten pelatih fisik timnas U-19 itu.

Selain itu di bulan Ramadhan, salah satu hal yang tak kalah penting adalah menjaga asupan gizi pemain. Apalagi nantinya laga-laga Liga 1 akan digelar lebih larut di bulan Ramadhan pukul 20.30 WIB.

“Pasti berpengaruh (main lebih malam). Makanya nanti saya koordinasi dengan tim manajemen, mau tidak mau kami mensiasatinya dengan menjaga nutrisi. Jadi setelah berbuka puasa, harus benar-benar dipilih makananya. Saya dan tim dokter akan mengontrol itu,” katanya.

Pada latihan tersebut, PSMS tanpa dipimpin pelatih kepala, Djadjang Nurdjaman dan asistennya Muhammad Yusuf Prasetyo. Latihan pun tidak dengan intensitas tinggi melainkan hanya untuk menjaga kondisi. “Kami latihan conditioning saja karena Jumat sudah harus main lagi. Sriwijaya mainnya bagus, mau tidak mau kami harus main lebih bagus dari Sriwijaya. Harus siap, jangan sampai tidak,” bebernya.

Suhandi terlihat tidak dalam kondisi fit 100 persen karena kelelahan. Dia terlihat tidak mengikuti sesi latihan sampai tuntas. “Ototnya kelelahan saja jadi saya istirahatkan agar lawan Sriwjaya lebih fresh,” katanya.

Sementara itu ada perkembangan positif soal kondisi Abdul Rohim. Rohim terlihat ikut berlatih bersama dua rekan kiper lainnya, Dhika Bhayangkara dan Ahmad Fauzi. Namun dia tidak terlihat berlatih berat. Kemungkinan untuk tampil di laga kontra Sriwijaya pun sepertinya tipis.

“Kalau soal bisa main tidaknya saya tidak tahu. Saya hanya berlatih saja dan kondisi sudah mulai lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (don)

loading...